Story cover for si Tokek by AdelinaSilalahi9
si Tokek
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
Complete, First published Mar 31, 2025
Mature
ini tentang boneh yang memposisikan dirinya dan keluarganya seperti seekor tokek, karna emosi atau mood dia tuh cepat berubah ubah kayak warna tokek. 
Makanya boneh sering nganggap dia tuh kayak tokek.

Boneh itu selalu merasa tidak didengar  dan tidak  dimengerti. 
 iya, betul ini tokek yang sering dianggap sepele oleh orang lain, yang selalu sendiri, yang selalu di ejek dan di buat bercanda. tokek merasa sakit hati karena tidak ada yang benar-benar memahami dia.

Tokek selalu ingin membagikan tentang hidupnya yang menyedihkan tapi tidak punya seseorang untuk mendengarkan dan mengerti tentang dia.

 Ia memang bersikap tenang tapi kepala selalu berisik, hidupnya yang orang kira bahagia karna selalu tersenyum dan tertawa ternyata hanya salah topeng saja dari sekian banyak topeng yang ia miliki.

Tokek yang harus selalu memahami dan mengerti orang lain tapi tidak pernah ada yang mau mengerti tentangnya. Ia yang harus selalu menjadi sosok kuat didepan orang-orang. 

Inilah kisah sitokek.

 


gak jelas anjir, yang baca pasti orang gabut.
All Rights Reserved
Sign up to add si Tokek to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
TIME will TELL {On Going} by bLuE096r
15 parts Ongoing
"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡
You may also like
Slide 1 of 10
Jejak Si Roy cover
Rahasia Boboiboy Gempa  cover
Ѕᥱ⍴ᥙᥴᥙk Ѕᥙrᥲ𝗍 || Choi Beomgyu  cover
Cause We are Family cover
Complicated | Halilintar x Reader cover
ZEGAN cover
Just a memory~ (Lilipan012) cover
A Million Sense cover
TIME will TELL {On Going} cover
Learning in Progress (Boboiboy x Yaya) cover

Jejak Si Roy

11 parts Ongoing

Setiap orang punya jalan hidupnya sendiri-sendiri. Ga perlu iri, benci, apalagi berprasangka yang tidak-tidak. Bukankah lebih melegakan jika kita mengikhlaskan semuanya. Dan aduhai, adakah kebahagiaan yang lebih tinggi dari pada kedamaian di hati? -Anonymous 'Jejak Si Roy' berisi opini dan pengalaman penulis dalam menghadapi kehidupan. Ditulis bukan bermaksud untuk menggurui siapapun, namun agar siapapun bisa belajar dari pengalaman yang dialami penulis. Dan terakhir, aturan penting sebelum membaca tulisan di buku ini: Jangan mencari tahu siapa tokoh-tokoh yang hadir dalam buku ini. Mereka memiliki jalan hidup masing-masing sekarang dan amat tidak elok mengganggunya. Jika ada salah satu pembaca yang mengenal mereka ataupun penulis di kehidupan nyata, mohon Keep Silent. Kecuali tokoh tersebut tiba-tiba menampakan diri dan memberikan pendapat menurut pandangannya, itu tidak masalah. Jika ada yang melanggar, jangan salahkan penulis meng-unpublish cerita ini. Terima kasih atas pengertiannya. Semoga pengalaman dan opini penulis ini bisa memberikan kesan yang bermakna ^_^