Story cover for We could be heroes by hemulistories
We could be heroes
  • WpView
    LECTURAS 199
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 6
  • WpHistory
    Hora 3h 29m
  • WpView
    LECTURAS 199
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 6
  • WpHistory
    Hora 3h 29m
Continúa, Has publicado mar 31, 2025
"Päivisin mä kävin koulua. Iltaisin mä menin assalle tienaamaan."

14-vuotias Devon Teixeira oli kerran nisti, mutta nyt hän on parantanut tapansa. Kun hän yllättäen muuttaa takaisin Bostoniin ystäviensä luokse, joiden elämät pyörivät huumeiden ympärillä, onnistuuko hänen pitää yllä uutta elämäntyyliään vai sortuuko hän takaisiin vanhoihin kaavoihinsa? 
*
Sain idean tähän kirjaan katsottuani Wir Kinder vom Bahnhof Zoon, ja jos tunnette kyseisen kirjan/elokuvan, niin se tulee varmasti selväksi. Tätä voisi ehkä kutsua jopa fani fiktioksi, vaikka kaupunki ja hahmot on vaihdettu. 
*
TW: huumeet, väkivalta, seksuaalinen väkivalta, kiroilu
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir We could be heroes a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#36suomi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
the point guard and the prodigy  de aksararasa11
33 partes Continúa
Denny Arvadya adalah nama yang identik dengan lapangan basket, motor sport, dan bangku belakang kelas. Sebagai Point Guard andalan SMA Bakti, ia punya segalanya: karisma, tatapan dingin, dan reputasi 'bad boy' yang tak terbantahkan. Bagi Denny, aturan hanyalah saran, dan sekolah hanyalah tempat singgah sebelum ia kembali ke dunianya. Ia tak pernah benar-benar peduli pada siapa pun-sampai ia bertemu dengan mata tajam yang selalu ada di barisan terdepan. Olivia Alzea adalah definisi sempurna dari 'Prodigy'. Dia adalah top rank yang tak tergeser, si jenius kalkulus, dan kapten tim olimpiade sains. Hidupnya terstruktur rapi antara buku, rumus, dan cita-cita, tanpa ruang untuk drama remaja apalagi cowok-cowok pembuat onar. Baginya, Denny adalah error dalam sistem sekolah, sebuah variabel tak terduga yang hanya membawa masalah. Dunia mereka yang kontras dipaksa berbenturan ketika Denny diancam dikeluarkan dari tim basket jika nilai akademiknya tak kunjung membaik. Satu-satunya harapan? Olivia, sang tutor privat barunya. Awalnya, sesi belajar mereka adalah medan perang. Denny si cuek dan tak fokus bertemu Olivia si perfeksionis dan keras kepala. Namun, di balik sikap dinginnya, Denny menunjukkan sisi lain: diam-diam perhatian, rela begadang demi membantu Olivia yang overworked, dan selalu muncul sebagai penyelamat tak terduga. Sebaliknya, Olivia yang selama ini cuek dan hanya peduli pada buku, mulai melihat manisnya perhatian kecil Denny. Ia menyadari bahwa di balik jaket varsity dan senyum nakal itu, ada luka dan impian yang sama rapuhnya dengan dirinya. Saat perasaan mulai tumbuh di antara kalkulus dan dribble, keduanya harus menghadapi rintangan nyata: tekanan akademis, persaingan di lapangan, dan rahasia gelap yang membuat Denny enggan membiarkan siapa pun masuk terlalu dalam. Mampukah Point Guard yang akhirnya menemukan fokusnya ini mencetak point di hati sang Prodigy? Atau, akankah dunia yang terlalu berbeda ini mengharuskan mereka kembali ke barisan masing-masing?
Quizás también te guste
Slide 1 of 6
the point guard and the prodigy  cover
Eyes Contact [Jefri Nichol] cover
Pöytä cover
Paluumuuttaja cover
Naabermaja mängur cover
Eriparisukat cover

the point guard and the prodigy

33 partes Continúa

Denny Arvadya adalah nama yang identik dengan lapangan basket, motor sport, dan bangku belakang kelas. Sebagai Point Guard andalan SMA Bakti, ia punya segalanya: karisma, tatapan dingin, dan reputasi 'bad boy' yang tak terbantahkan. Bagi Denny, aturan hanyalah saran, dan sekolah hanyalah tempat singgah sebelum ia kembali ke dunianya. Ia tak pernah benar-benar peduli pada siapa pun-sampai ia bertemu dengan mata tajam yang selalu ada di barisan terdepan. Olivia Alzea adalah definisi sempurna dari 'Prodigy'. Dia adalah top rank yang tak tergeser, si jenius kalkulus, dan kapten tim olimpiade sains. Hidupnya terstruktur rapi antara buku, rumus, dan cita-cita, tanpa ruang untuk drama remaja apalagi cowok-cowok pembuat onar. Baginya, Denny adalah error dalam sistem sekolah, sebuah variabel tak terduga yang hanya membawa masalah. Dunia mereka yang kontras dipaksa berbenturan ketika Denny diancam dikeluarkan dari tim basket jika nilai akademiknya tak kunjung membaik. Satu-satunya harapan? Olivia, sang tutor privat barunya. Awalnya, sesi belajar mereka adalah medan perang. Denny si cuek dan tak fokus bertemu Olivia si perfeksionis dan keras kepala. Namun, di balik sikap dinginnya, Denny menunjukkan sisi lain: diam-diam perhatian, rela begadang demi membantu Olivia yang overworked, dan selalu muncul sebagai penyelamat tak terduga. Sebaliknya, Olivia yang selama ini cuek dan hanya peduli pada buku, mulai melihat manisnya perhatian kecil Denny. Ia menyadari bahwa di balik jaket varsity dan senyum nakal itu, ada luka dan impian yang sama rapuhnya dengan dirinya. Saat perasaan mulai tumbuh di antara kalkulus dan dribble, keduanya harus menghadapi rintangan nyata: tekanan akademis, persaingan di lapangan, dan rahasia gelap yang membuat Denny enggan membiarkan siapa pun masuk terlalu dalam. Mampukah Point Guard yang akhirnya menemukan fokusnya ini mencetak point di hati sang Prodigy? Atau, akankah dunia yang terlalu berbeda ini mengharuskan mereka kembali ke barisan masing-masing?