Alesya Xavier

Alesya Xavier

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 9, 2025
Luka di hatinya perlahan memudar, namun tetap terukir. Alesya berpikir bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya, sampai seseorang datang, bukan untuk menghapus luka, tapi untuk menemani dan menyembuhkan dengan caranya sendiri. Namun, akankah kebersamaan ini bertahan? Atau justru menjadi luka yang baru? Yuuu baca cerita selengkapnya Semoga kalian bisa menikmati perjalanan Alesya dan merasakan setiap emosi yang ada di dalamnya. Jangan lupa tinggalkan komentar atau pendapat kalian, karena itu sangat berarti buat saya. Selamat membaca dan semoga cerita ini bisa menemani hari-hari kalian! ⚠️Cerita ini sepenuhnya adalah hasil dari imajinasi dan pemikiran saya sendiri. Alur, karakter, latar, serta setiap detail di dalamnya murni saya ciptakan tanpa mengambil dari karya orang lain. Jika ada kesamaan dengan nama, tempat, atau kejadian tertentu, itu hanyalah kebetulan dan tidak disengaja.Terima kasih sudah membaca, semoga menikmati!
All Rights Reserved
#18
alesya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hopeless
  • Valcano
  • Favorite Wound
  • Paradise
  • UNREQUITED LOVE [COMPLETED]✔
  • You Are Mine [Terbit]
  • KHALILA AND OTHERS
  • GIMEERA
  • HILANG [Segera Terbit]
Hopeless

Repost update rutin setiap Rabu, Jumat dan Minggu di jam 8 malam :"-) :::: Kita adalah kisah happy ending dengan epilog yang menyakitkan. :::: "Sakit." Bukan. Bukan lukanya namun perasaannya. Ia menarik napas panjang, dadanya teramat sesak, bahkan bernapas pun begitu menyakitkan. "Tuhan, tolong dengar, aku mau pulang." Lirihan yang penuh duka keluar begitu saja. Semesta seolah senang melihat senyum di sudut bibir Jeslin bertambah pudar. "Aku hanya penikmat luka yang tidak pernah mengerti cara untuk sembuh." "Terluka lalu lupakan" "Sulit, tapi aku sanggup." "Terima kasih atas semua luka yang tak pernah berujung."

More details
WpActionLinkContent Guidelines