Dari Hati yang Terlupakan

Dari Hati yang Terlupakan

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 2, 2025
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Dari Hati yang Terlupakan Kumpulan prosa ini membawa pembaca dalam perjalanan melalui berbagai lapisan perasaan manusia, dari rindu yang terpendam hingga luka yang perlahan sembuh. Setiap kisah dalam buku ini menggambarkan bagaimana waktu dan jarak sering kali mengubah cara kita melihat dan merasakan, namun ada hal-hal tertentu yang tetap abadi dalam hati, meski sudah terlupakan oleh dunia. Di antara kata-kata yang terucap dan diam yang tak terungkap, terdapat cerita-cerita tentang cinta yang hilang, persahabatan yang terputus, dan kenangan yang terbenam dalam ruang yang tidak lagi dijamah. "Dari Hati yang Terlupakan" adalah sebuah refleksi tentang bagaimana setiap perasaan baik yang manis maupun pahit akan meninggalkan jejak, bahkan jika tak pernah diingat oleh siapapun. Dalam setiap prosa, pembaca akan menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan, kedalaman dalam kesederhanaan, dan pemahaman bahwa terkadang hal yang paling penting adalah apa yang tidak pernah terucap. happy enjoy
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • The Way For Happier
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Behind the Silence
  • Coretan Rindu
  • Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines