Unspoken [Lingorm]

Unspoken [Lingorm]

  • WpView
    Reads 7,351
  • WpVote
    Votes 972
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 5, 2026
Lingling kwong, lulusan Sarjana Hukum yang memilih untuk switch karirnya kedalam industri hiburan, mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang film dan acting. Tak ingi memusingkan persoalan asmara, membuatnya melajang di usia yang menginjak kepala tiga dan memilih untuk mengurus perusahaan yang telah ia rintis selama 5 tahun. Orm Kornnaphat, General Manager Keep Silent Ent, salah satu anak perusahaan milik Papa nya, BBC Label. Seorang lulusan Ekonomi dan dipersiapkan untuk memegang perusahaan besar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eyes That Never Looked Back I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Love In Silent [OrmLing][GxG][🍁]
  • SUPERGLUE
  • Dating Show | LINGORM
  • PERJODOHAN (Matchmaking) [END]
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Because Of You.. (Karena Kamu..) I LingOrm
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • sex servant [END]

DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing. Prolog Pertama kali Ling bertemu Orm, usianya enam tahun. Ia bersembunyi di balik kaki ibunya di sebuah kafe yang ramai, penuh dengan aroma kopi segar yang menyelimuti udara. Itu adalah tempat favorit orang tuanya, meski Ling sendiri jarang memperhatikannya-hingga hari itu tiba. Orm, seorang gadis kecil dengan celemek yang kebesaran, berdiri di belakang meja kasir dengan bertumpu pada ujung jari kakinya, menyusun paket gula dengan penuh konsentrasi. Ia mendongak, menatap mata Ling, lalu tersenyum lebar. "Mau bantu?" tanya Orm, sambil menyodorkan satu paket gula. Ling ragu. Ia belum pernah diajak melakukan hal yang begitu biasa sebelumnya. Tapi nada hangat dalam suara Orm terasa berbeda dari sapaan sopan yang biasa ia dengar. Sejak saat itu, Ling dan Orm tak terpisahkan. Perbedaan di antara mereka tak pernah menjadi masalah. Ling dengan gaun desainer dan mobil antar-jemputnya, sementara Orm dengan pakaian sederhana, selalu beraroma kopi dan roti panggang hangat. Mereka membangun dunia mereka sendiri di dalam kafe kecil itu, berbagi rahasia, impian, dan tawa. Tapi ada hal-hal yang tak pernah terucap. Orm tak pernah memberitahu bahwa jantungnya selalu berdegup kencang setiap kali Ling tersenyum padanya. Dan Ling? Ia tidak menyadari apa pun. Ia percaya bahwa takkan ada yang berubah di antara mereka. Hingga hari saat ia jatuh cinta pada orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines