Senja Yang Sunyi

Senja Yang Sunyi

  • WpView
    MGA BUMASA 110
  • WpVote
    Mga Boto 8
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, May 12, 2025
Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?
All Rights Reserved
#610
sedih
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • IMPERFECT
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • LANGIT YANG TAK SAMA LAGI  (END)
  • TEMPAT TEDUH ANINDHITA
  • Bola Kaca
  • Om, Ayo Nikah!
  • Sekadar Singgah
IMPERFECT

Arunika berteriak, "Lo nggak akan ngerti, karena lo gak berada di posisi gue!" "Gue gak akan paham kalo lo sendiri gak mau cerita. Gue bukan cenayang yang bisa tahu isi hati dan pikiran orang lain," balas Alister setelah menghela napas sebelumnya. Air mata membasahi wajah Arunika, tangannya terkepal kuat, "Gue benci sama diri gue sendiri, gue benci sama dia! Gue benci semua laki-laki di dunia ini, lo semua tuh bangsat!" Semua perasaan yang tertahan dan ia sembunyikan dalam dinding kokoh yang sudah ia bangun, akhirnya pecah. Sedih, kecewa, marah, benci dan terhina. Semua perasaan itu bercampur jadi satu dan menggerogoti hidup Arunika secara perlahan-lahan. Lebih buruk dari yang gadis itu kira. "Hidup lo nggak akan berakhir karena itu. Gue ada di sini, buat lo. Gue bakalan nemenin lo dalam situasi apa pun. Apa yang terjadi di masa lalu, itu bukan salah lo."

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman