Rapuh : GeminiFourth (END)

Rapuh : GeminiFourth (END)

  • WpView
    Reads 1,384
  • WpVote
    Votes 126
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 5, 2025
WpInfo
Fanfic
Gael dan Flyn hanyalah dua pemuda yang ingin bertahan di dunia yang terasa terlalu sempit bagi mereka. Gael, dengan keluarga yang menuntutnya menjadi sesuatu yang bukan dirinya, dan Flyn, dengan hidup yang penuh senyuman palsu untuk menutupi luka yang ia bawa sendiri. Di antara malam-malam panjang dan rahasia yang perlahan terbuka, mereka menemukan satu-satunya tempat yang terasa seperti rumah: satu sama lain. Mereka pikir yang harus mereka lawan hanya dunia yang tak berpihak. Sampai akhirnya, Gael sadar-beberapa perpisahan tidak bisa dihindari, sekuat apa pun kau menggenggam seseorang. Karena ternyata, Flyn tidak pernah benar-benar berjuang untuk bertahan. ---
All Rights Reserved
#415
geminifourth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Forgive me [Tahap Revisi]
  • FALLENSTAR || GeminiFourth
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Langit yang tak lagi Sama
  • REKSA: The Last Bell
  • ruang
  • My Old Love ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ
  • Jejak Takdir Dan Cinta
  • When Two Hearts Collide
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines