Kembar Bukan Kembar

Kembar Bukan Kembar

  • WpView
    Reads 3,611
  • WpVote
    Votes 554
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 24, 2025
DALAM MASA HIATUS, DAN MASA REVISI! [FOLLOW DULU SEBELUM BACA] Alzian Devandra Lesmana, lelaki bermanik gelap yang merangkul seribu luka. Sejak kecil, ia ditakdirkan untuk berbagi segalanya dengan kembarannya-Elzion Regandra Lesmana. Namun, kebersamaan mereka tak berjalan adil. Elzi selalu diagungkan, dipuja, dan dirayakan. Sedang Alzi, ia hanya menjadi bayang-bayang retak, menahan sakit tanpa pernah bersuara. Di tengah hidupnya yang suram, hadir Luna-satu-satunya cahaya yang membuat Alzi merasakan hangat. Luna adalah rumah sederhana di balik reruntuhan hatinya, alasan untuk terus bertahan walau lara terus menghujam. Tetapi takdir kembali mempermainkannya, Luna harus pergi ke London untuk menjemput bahagianya, meninggalkan Alzi yang hampir kehilangan pegangan. Ketika semuanya terasa berat dan tak sanggup lagi ditanggung, sebuah strategi membuat Alzi koma. Hidup seakan berhenti, dan meninggalkan tanda tanya besar-akankah ia kembali membuka mata untuk cahaya yang dicintainya, atau selamanya tenggelam dalam gelap yang sejak lama memeluknya? 𝐒𝐭𝐚𝐫𝐭: 𝟒 𝐀𝐩𝐫𝐢𝐥 𝟐𝟎𝟐𝟓. 𝐑𝐞𝐯𝐢𝐬𝐢: 𝟐𝟗 𝐀𝐠𝐮𝐬𝐭𝐮𝐬 𝟐𝟎𝟐𝟓-𝐒𝐞𝐥𝐞𝐬𝐚𝐢. 𝐅𝐢𝐧𝐢𝐬𝐡: -
All Rights Reserved
#515
pewaris
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Nanti Juga Sampai
  • ALISYA
  • TROUBLE [TELAH TERBIT] ✅
  • [S4] World Of Wounds
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • Nathalea
  • Lentera Redup {SELESAI}

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines