Pelukan Terakhir

Pelukan Terakhir

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 11, 2025
Sepasang kekasih yang dulunya saling berbagi senyum, tawa, dan harapan kini terpisah oleh sebuah insiden yang tak terduga. Kejadian itu memaksa mereka untuk berpisah, bukan karena kehendak hati, tetapi karena nasib yang seolah mempermainkan mereka. Terpaut jarak yang begitu jauh, keduanya kini hanya bisa mengenang masa-masa indah yang telah mereka lewati bersama, saat tangan mereka erat bergenggaman dan dunia terasa milik berdua. Namun, waktu dan keadaan mengubah segalanya, membuat mereka terpaksa berjalan di jalur yang berbeda, membawa luka dalam hati, dan meninggalkan cinta yang terhenti di tengah perjalanan. Meski terpisah oleh jarak dan waktu, mereka tahu ada sebuah ikatan yang tetap bertahan sebuah cinta yang tak mudah terlupakan, meskipun tidak tahu kapan mereka akan bertemu kembali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stranger | Orine
  • Dua Ufuk Terpisah
  • Silent Scars | Orine
  • Cinta Bertemu Kembali
  • Kamu Milikku
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • After Rain in London (TAMAT)
  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • cinta di BATAS SENJA

Saat dua orang pernah begitu dekat, berbagi tawa dan juga cerita, tetapi seiring berjalannya waktu, jarak menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa disadari, hubungan itu perlahan terkikis oleh kehidupan yang terus berjalan. Keheningan yang canggung saat berpapasan, atau bahkan upaya menghindari satu sama lain, hanyalah konsekuensi alami dari sebuah kedekatan yang tak lagi memiliki tempat. "Berharap ada persimpangan yang kembali mempertemukan kita, bukan suatu yang salah kan?"-Erine. Pada akhirnya, hanya sebuah harapan yang tersisa, berharap pada takdir yang pernah menjauh kan untuk kembali mendekatkan. "Aku berhenti, disaat kamu masih berjalan di arah yang sama" -Oline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines