Tentang Zoya (HARQEEL)

Tentang Zoya (HARQEEL)

  • WpView
    Reads 12,246
  • WpVote
    Votes 482
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
" Aku tidak bisa memaksakan rasamu untukku, tapi rasa ku tak akan berubah rasanya akan tetap sama meski telah lama"hesa maheswara " menerima segala cacian dan makian serta rasa sakit yang kamu berikan aku sanggup, tapi untuk menjauhimu sedetikpun aku tak mampu" genta sanjaya " bertarung dengan pikiran dan hati akan lebih sulit daripada memukul seribu orang sekalipun" leonel danendra. " jika jalan satu satunya bahagia hanya dengan menikah, maka aku tidak akan memilihnya. " zoya viola gadis dan 3 laki laki yang mengejar dengan tujuan masing masing, mendaptkan kekuasaan, mendaptkan harta, serta mendapatkan kehormatan. akankah 3 laki laki itu bisa menaklukan zoya, pewaris sah 3 pilar perusahaan ternama di kota itu.
All Rights Reserved
#454
aryamohan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Tasbih Pembawa Jodoh
  • ZA&RA
  • Sepasang Luka Merajut Asa [END]
  • It Takes Two To Tango
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • i'm Pick Me Girl

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines