Senja di rumah sakit senja

Senja di rumah sakit senja

  • WpView
    Leituras 609
  • WpVote
    Votos 355
  • WpPart
    Capítulos 40
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, abr 22, 2025
Dira, seorang perawat muda yang baru saja diterima di Rumah Sakit Senja, sebuah rumah sakit tua dengan reputasi buruk, mulai bekerja dalam suasana yang suram dan misterius. Meskipun kariernya seharusnya dimulai dengan semangat, perasaan cemas dan ketakutan segera menyelimuti dirinya begitu ia memasuki gedung yang tampak terbengkalai ini. Suasana rumah sakit yang gelap, sunyi, dan sepi, serta desas-desus tentang kejadian-kejadian aneh yang pernah terjadi di sana, membuat Dira merasa tertekan. Tantangan pertama datang saat ia mulai menjalani shift malam pertamanya. Selama bertugas, Dira mendengar suara-suara aneh, melihat bayangan misterius, dan bahkan diperingatkan oleh seorang pasien tua yang memperingatkan bahaya yang mengintai. Perasaan gelisah semakin menguasai Dira ketika ia merasakan kehadiran makhluk tak kasat mata yang seolah mengawasi setiap gerak-geriknya. Apakah Dira bisa bertahan di Rumah Sakit Senja yang angker ini, ataukah ia akan terjerat dalam misteri kelam yang melingkupi tempat itu? Dengan keteguhan hati dan keberanian, Dira berusaha mengungkap rahasia yang tersembunyi di balik dinding rumah sakit tua tersebut.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • CLAREZO TRANSMIGRATION (Ending)
  • Bayangan yang tidak pernah pergi
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Dera
  • Mantra Penghancur Moral
  • NEJANA #BUKU 1 - SELESAI
  • Aku Memilihmu [Tamat]✔

Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo