Menjaga Monster

Menjaga Monster

  • WpView
    Reads 27,194
  • WpVote
    Votes 1,565
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Apr 14, 2025
Tiga tahun yang lalu, ia hampir mati di tangannya. Sebuah permainan kejam yang seharusnya berakhir dengan kematiannya sendiri-namun takdir punya rencana lain. Sekarang, ia telah merawatnya selama tiga tahun. Bukan karena belas kasihan, bukan karena cinta, tetapi karena rasa takut yang tak pernah surut. Setiap hari ia berdoa agar pria itu tetap terlelap dalam tidurnya yang panjang, agar monster itu tidak pernah bangun kembali. Tapi suatu pagi, mata pria itu terbuka. Pandangannya kosong, penuh kebingungan. Dan kata pertama yang keluar dari bibirnya adalah, "Sayang... Apa yang terjadi padaku?" Dunia wanita itu runtuh seketika. ---- Cerita sudah Tamat
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Run With Me
  • ALZEA : FEATURED SOULS
  • Penyangkal Takdir
  • Serenity
  • MENGUMPAT !
  • Dark-Romance
  • ZAGA II: Fractured Obsession (HIATUS)
  • RINDU YANG TERSESAT
  • The Price Of Obsession

Tidak ada yang benar-benar pulih dari luka lama. Celene tahu itu lebih dari siapa pun. Setahun setelah tragedi yang menghilangkannya dari dunia ini, ia kembali dalam wujud yang hampir sama, namun dengan jiwa yang sudah tak lagi utuh. Di hadapannya, dunia yang ia tinggalkan tak banyak berubah. Orang-orang tersenyum, berbicara, bercanda. Namun di balik itu semua, sesuatu yang tak kasat mata sedang menunggu. Valen, dengan dingin yang membekukan udara di sekitarnya. Severin, dengan keramahan yang terlalu mudah untuk dipercaya. Cyrus, dengan diam yang mengintip ketulusan dan kepalsuan dalam sekali pandang. Kaien, dengan tawa ringan yang menyembunyikan niat yang tak pernah sederhana. Mereka tidak sekadar mengulurkan tangan. Mereka mengatur panggung. Di antara kata-kata manis dan tawa samar, sebuah permainan lahir bukan untuk sekadar memenangkan hati Celene, tapi untuk merobohkannya dari dalam, perlahan, sunyi. Dalam permainan ini, cinta hanyalah umpan. Kepercayaan adalah mata uang yang murah. Dan rasa sakit...adalah bahasa yang paling jujur. Celene melangkah masuk, mungkin tanpa sadar. Atau mungkin hanya mungkin dia membiarkannya, karena bagian dari dirinya ingin tahu seberapa dalam ia bisa jatuh sebelum ia benar-benar hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines