The Meaning of Home

The Meaning of Home

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 21, 2025
Setiap orang punya arti rumah yang berbeda. Bisa jadi adalah sebuah bangunan, tempat yang tenang, seseorang yang selalu ada, pelukan ibu dan aroma masakannya atau tempat pulang saat semuanya terasa berantakan. Dan buat Mili, rumah itu... tempat yang paling rame. Rame banget. Keluarga Adinata ini punya lima anak manusia, tiga kucing, tiga burung yang setiap harinya seperti berhadapan sama orang-orang yang lebih cocok jadi pemain sirkus. Semuanya beda isi kepala, beda gaya, beda cara memandang dunia, beda volume suaranya, beda juga cara mereka untuk saling menyayangi satu sama lain. Tapi, rumah itu gak harus sempurna, asal isinya orang-orang yang bikin kita mau pulang dan merasa nyaman. Itu saja sudah cukup. Di sini, Mili, si paling bungsu resmi mengatakan: "Selamat datang di rumah Adinata Silakan jika ingin bertamu... tapi hati-hati, takutnya kepatil trio lele. "
All Rights Reserved
#254
familylife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Kue Stroberi Tahun Depan
  • ALEENA'S LIFE
  • SIBLINGS
  • Dear Boss's Daughter
  • The Adminers
  • THE TWILIGHT - JENLISA [G!P] ✓
  • Before I Knew Light
  • Adeline

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines