DIALOG TIPIS

DIALOG TIPIS

  • WpView
    Reads 2,516
  • WpVote
    Votes 297
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 12, 2025
Menikah? Nggak ada di rencana hidupku, setidaknya sampai aku ketemu sama cowo yang bisa bikin aku bucin mampus. Nggak ada cerita nikah, apalagi nikah sama orang yang lamarannya ditolak sama Kakaku sendiri...oh NO! Tapi di sinilah aku sekarang-terjebak dalam rumah tangga dengan suami yang lebih pendiam dari tembok kamar. Demi Tuhan ini sih batu, bukan orang.. Anggukan, gelengan, lirikan atau 'hmm' doang?Tolong, ini itu rumah tangga, bukan film tanpa dialog. Nonton bokep dimute aja kurang seru apalagi pernikahan tanpa suara...HAMPA! Lama-lama aku jadi dilema: harus nyerah aja dan ikut diem? Atau terus bikin drama biar rumah ini nggak serasa tempat meditasi? _sayangnya tanpa perlu dibikin pun, drama itu telah datang sendiri pada Arunika dalam bentuk badai kecil yang terus berdatangan. Akankah Arunika sanggup bertahan? dan jika dia tak sanggup sekalipun apakah suaminya akan menjadi batu yang nyaman untuk dijadikan sandaran?
All Rights Reserved
#426
mertua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • My little wife
  • My Bridegroom Teacher Fierce
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • DIJODOHIN
  • Crazy (Love) Bride
  • OH MY RA!
  • Crazy Wifey [COMPLETED]

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines