Embun Di Mata Angin  [TAMAT]

Embun Di Mata Angin [TAMAT]

  • WpView
    Прочтений 47
  • WpVote
    Голосов 6
  • WpPart
    Частей 4
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published птн, апр. 4, 2025
"Puisi bukanlah suara hati yang ditulis, melainkan suara keheningan yang diam-diam berbicara."
Все права сохранены
#21
sasta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My Wish
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • aku bukan penyair
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • Rembulan Yang Sirna
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Semua Memukul (✅)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту