Surat dari Dalam Kepala

Surat dari Dalam Kepala

  • WpView
    Leituras 122
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, jul 14, 2026
WpInfo
Poesia
"Surat dari Dalam Kepala" adalah kumpulan kata-kata yang tak pernah sempat diucapkan, hanya bergema di lorong-lorong paling sunyi dalam pikiran. Ini adalah goresan kata-kata tentang luka yang tak terlihat, dialog batin yang melelahkan, dan pikiran-pikiran yang terlalu berat untuk disimpan sendiri. Di sini, kamu akan menjumpai potongan trauma, keputusasaan, kehilangan arah, hingga harapan yang rapuh. Ditulis seperti surat, bukan untuk dibaca orang lain, melainkan agar si penulis bisa bertahan. Setiap halaman adalah pengakuan, setiap kalimat adalah pelarian, dan setiap jeda adalah nafas terakhir dari seseorang yang nyaris menyerah, tetapi tetap memilih menulis. Karya ini bukan tentang penyembuhan, namun tentang keberanian untuk jujur pada suara yang terus berisik di dalam kepala.
Todos os Direitos Reservados
#31
putusasa
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aksara Tak Bertuan
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Di Antara Kata dan Rasa
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • Lembut Seperti Doa
  • SUARA TINTA (Selesai)
  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Hurt Inside

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! © 2026 by AuthorKhentut. All Rights Reserved.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo