Promise - Obanai x Muichiro x Sanemi (Bromance)
8 parts Ongoing "Bukankah anak itu memiliki semangat yang bagus? Aku bertaruh jika dia bisa melampaui ku kapan saja."
Sanemi ingat sekali saat Kyojuro tertawa setelah ia memuji Muichiro dengan tangan yang menyodorkan Ocha hangat yang langsung diterima oleh Sanemi, sang pilar angin melirik ke arah Amane Kagaya dan kedua putrinya yang tengah memperhatikan sang pemuda dari sisi lain tempat mereka duduk. Ocha ditangan Sanemi terasa hangat saat ia menatap kearah sang pilar api.
" Aku ingin memperhatikannya sepanjang hari dan membuat beban itu sedikit saja berkurang." Kyojuro tersenyum seperti biasanya, sangat berapi-api dan penuh tekat, khasnya.
Pada saat itu, suhu begitu dingin namun tatkala Kyojuro menolehkan kepalanya kebelakang dengan sebuah senyuman hangat, ada sebuah perasaan yang membuat Sanemi dan Obanai tersentak secara bersamaan.
"Kalian juga, berusahalah akrab dengan Muichiro-kun saat aku tidak ada, tolong berjanjilah jika kalian akan menggantikan ku untuk menjaga dia untukku."
Sanemi menoleh dengan cepat, hanya untuk menemukan tatapan penuh arti yang diberikan oleh Kyojuro pada anak yang baru akan menginjak usia dua belas tahun tersebut, padahal suhu sangat dingin namun senyuman Kyojuro tetep terasa hangat seperti musim panas. Senyuman lelaki itu biasanya sangat lebar namun kali ini senyuman Kyojuro cukup berbeda, penuh akan sebuah arti.
"Jika begitu, apakah itu adalah sebuah janji?"
Sanemi saat itu bertanya, entah apa yang membuatnya bertanya mengenai kejelasan maksud dari perkataan Kyojuro kepada dirinya dan juga Obanai.
"Ya, itu adalah sebuah janji."
Sanemi tidak ingat jika ia menyetujui janji itu, namun baik dirinya dan Obanai telah mengerti jika mereka telah terikat dengan sebuah janji yang diminta oleh Kyojuro dua setengah tahun yang lalu, dan Sanemi dengan mudahnya melupakan janji itu seolah tak pernah menjadi beban karena berpikir jika Kyojuro akan terus bertahan hidup.
Namun saat ini Kyojuro telah tiada.
Jadi, apakah artinya janji itu mulai berlaku?