Story cover for AFTERS SADNESS  by Peacejungliv
AFTERS SADNESS
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Apr 04, 2025
⫘⫘⫘⫘⫘⫘


Hampir setiap malam berganti, kami merayakan kesedihan atas kehidupan. itu membuat sebuah kehilangan menjadi nyata, yang awalnya tabu. Menolak jiwa kembali ke tempat semula, kini belajar mengikhlaskan semua itu. Sosok yang membenci hujan itu telah pergi, bahkan disaat hujan kembali menetes ke pijakan tanah bumi ini. 

Ia justru menghilang tak kembali, meski kita ingin menariknya kembali memijak tanah ini. Menyatu dalam keadaan semesta yang kekal. Dan jika waktu itu ia tidak pergi, akankah tidak ada kesedihan yang mendalam ini?
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add AFTERS SADNESS to your library and receive updates
or
#629rangga
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Erlangga cover
AZKIA [END] cover
My Home [Hujan Series] cover
Something Bitter  cover
SHERRA's Diary✔ cover
BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End) cover
ALKANA [SUDAH TERBIT] cover
PETRICHOR [Lengkap] cover
HUJAN dan RAIN cover
With Rain cover

Erlangga

7 parts Complete

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?