Kembali Utuh

Kembali Utuh

  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Aug 28, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Happy Ending
Second Chance
Small town
Barangkali, beberapa cerita memang tidak pernah benar-benar ditulis untuk menjadi cerita. Ia bermula dari sesuatu yang bahkan tak sengaja: serpihan percakapan, salah tafsir yang sempat menumbuhkan jarak, lalu sepotong harapan yang kuselipkan diam-diam di antara kalimat-kalimat fiksi. Aku menulis tentang dua orang yang pernah saling menjauh, tentang sesuatu yang belum selesai meski sempat dipaksa menjadi akhir. Tentang kemungkinan kecil bahwa yang retak masih dapat menemukan jalan pulang bukan sebagai doa yang lantang, hanya sebagai kemungkinan yang kutitipkan pada tokoh-tokoh rekaan. Lalu waktu melakukan sesuatu yang tak pernah kuminta. Apa yang semula hanya kuberi nama cerita, perlahan menemukan bentuknya di kehidupan nyata. Jarak itu benar-benar berujung pada pulang. Yang sempat salah arah kembali menemukan percakapan. Dan sesuatu yang kukira hanya akan hidup di antara halaman, justru mengetuk dunia yang sebenarnya. Mungkin aku tidak sedang menulis sebuah cerita. Mungkin, tanpa kusadari, aku sedang meninggalkan sebuah pintu terbuka dan seseorang benar-benar menemukannya.
All Rights Reserved
#89
tumbuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka dan Malam [END]
  • A-SA..HARS-A(END)
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • RUMAH?
  • Happy Is Bulshit
  • MEMELUK LUKA [END]

Luna kira Juan adalah rumahnya. Tempat ia bisa pulang, bersandar, dan merasa cukup. Tapi ternyata, rumah itu perlahan berubah jadi sunyi. Bukan karena tidak ada suara, tapi karena tak ada lagi yang benar-benar didengarkan. Kalimat Juan semakin pendek, tatapannya semakin jauh, dan Luna... mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya yang berubah? Saat seseorang dari masa lalu Juan muncul kembali, Luna merasa seperti bayangan yang tak pernah diminta hadir. Ia menahan, bertahan, dan berharap. Tapi sampai kapan hati bisa terus menyangkal kenyataan? Suatu malam, ketika segalanya terasa terlalu berat untuk ditanggung, Luna berdiri di atas jembatan. Ia tak benar-benar ingin mati, tapi ia ingin semuanya berhenti-semua sakit, semua sepi, semua pertanyaan yang tak pernah dijawab. Namun hidup belum selesai dengannya. Seseorang menyelamatkannya. Dan desa kecil yang tak pernah ia kenal sebelumnya justru menjadi tempat pertama yang membuatnya merasa... dilihat. ~13-04-2025~

More details
WpActionLinkContent Guidelines