Kembali Utuh

Kembali Utuh

  • WpView
    Dibaca 293
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Jum, Agt 28, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Akhir Bahagia
Kesempatan Kedua
Kota Kecil
Barangkali, beberapa cerita memang tidak pernah benar-benar ditulis untuk menjadi cerita. Ia bermula dari sesuatu yang bahkan tak sengaja: serpihan percakapan, salah tafsir yang sempat menumbuhkan jarak, lalu sepotong harapan yang kuselipkan diam-diam di antara kalimat-kalimat fiksi. Aku menulis tentang dua orang yang pernah saling menjauh, tentang sesuatu yang belum selesai meski sempat dipaksa menjadi akhir. Tentang kemungkinan kecil bahwa yang retak masih dapat menemukan jalan pulang bukan sebagai doa yang lantang, hanya sebagai kemungkinan yang kutitipkan pada tokoh-tokoh rekaan. Lalu waktu melakukan sesuatu yang tak pernah kuminta. Apa yang semula hanya kuberi nama cerita, perlahan menemukan bentuknya di kehidupan nyata. Jarak itu benar-benar berujung pada pulang. Yang sempat salah arah kembali menemukan percakapan. Dan sesuatu yang kukira hanya akan hidup di antara halaman, justru mengetuk dunia yang sebenarnya. Mungkin aku tidak sedang menulis sebuah cerita. Mungkin, tanpa kusadari, aku sedang meninggalkan sebuah pintu terbuka dan seseorang benar-benar menemukannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#126
tumbuh
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MEMELUK LUKA [END]
  • Luka dan Malam [END]
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Sudut Luka Nazea
  • Aurora
  • A-SA..HARS-A(END)

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan