Langit Bangkok dan Tanah Ibuku

Langit Bangkok dan Tanah Ibuku

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 20, 2025
Khaireen Isvara tak pernah menyangka hidupnya akan sejauh ini. Dari kamar kecil di Bandung tempat ia menulis diam-diam, hingga akhirnya menjejak di Bangkok sebagai penulis profesional. Negeri asing itu mempertemukannya dengan mimpi yang dulunya hanya ia simpan dalam kepala: naskah-naskahnya terbit, senja-senja penuh inspirasi, dan... seorang pria yang selama ini hanya bisa ia lihat lewat layar. Namun hidup bukan dongeng yang berhenti di kata "bahagia dan sempurna". Saat Reen akhirnya menikah dengan seorang pria, cerita mereka seperti puisi yang terus tumbuh. Tapi semakin lama, kerinduan pada tanah kelahiran tak bisa disangkal. Di sela perjalanan singkat, antara hiruk pikuk Bangkok, dan kenangan masa kecil di Indonesia ia mulai bertanya: Apakah tempat terbaik untuk tinggal, selalu tempat di mana kita bermimpi? Atau justru tempat yang membuat kita merasa pulang? Karena terkadang, langit yang paling indah... adalah langit yang kita lihat dari rumah sendiri.
All Rights Reserved
#4
nattawat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Gotta Be You
  • friendship dump
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)
  • Koneksi Dekat : Cinta yang Tak Terduga
  • Dua Kita - Romance Novel [SUDAH TERBIT - SHINNA MEDIA]
  • 7 HARI MENGGENGGAM RASA
  • DI AMBANG PERPISAHAN
  • JAM 3 SORE

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines