Kisah Romantis

Kisah Romantis

  • WpView
    Reads 206,729
  • WpVote
    Votes 4,046
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 2, 2017
"Cinta gak sama aku?" Aku terdiam pura-pura berpikir. "Hmm. Cinta." "Kalo gitu nikah yuk!" Dia tersenyum lebar sambil mengelus-ngelus Lusi yang sedang berbaring didepannya. Mulutku menganga dan mataku menatapnya aneh. "Mau ya?" Sekali lagi ia tersenyum, namun kali ini menatapku dengan matanya yang membentuk garis ketika ia tersenyum. Aku mengatupkan mulutku. "Datengin papa dong! Tanyain, boleh gak anaknya diambil?" Aku melirik Davin, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya pelan sambil terus mengelus bulu-bulu halus kucing milik tetanggaku. Davin kampret! Sungutku dalam hati. -Hana Nida Arindi-
All Rights Reserved
#104
menantu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bocah Resek Jodoh Bu Guru
  • My Love
  • Forced Couple
  • Salah Target [Unpublish]
  • Diantara mereka
  • Dia (Buku 1: Bagian 1)
  • Perhaps Soulmate (End) ✔
  • ALRIN
  • Lovakarta
  • Not A Perfect Husband ✔

"Aaaaaa ...! Kamu siapa?" Kinan kaget setengah mati, saat terbangun mendapati seorang pria tidur di ranjangnya. Bocah tengil itu menunjukkan cincin di jari manisnya. Cincin yang sama dengan yang dipakai Kinan. Apakah pernikahan mereka benar-benar terjadi di dunia nyata? Atau semua ini hanya sekedar mimpi? Astaga! Bagaimana bisa Kinan menikah dengan bocah yang bahkan belum genap berusia 20 tahun? Bisa-bisa seluruh warga bumi akan memanggilnya tante girang penyuka berondong muda. Lagi-lagi, bocah stres itu menunjukkan dua buah bukti ... KTP dan Surat Nikah. "Aku sudah punya KTP dan kita sudah menikah. Bagaimana kalau sekarang saja produksi anaknya?" Davin menyeringai penuh kemenangan. "Tidaaaaaaaak! Dasar bocah resek!" *** Drama ranjang pengantin. "Argh! Dav, tanganmu tolong dikondisikan! Kenapa ada di atas mukaku?" seru Kinan yang merasa teraniaya secara tak sengaja. Dua jam berikutnya .... "Kinan, kakimu itu menindih ... 'anuku'. Awas kalau sampai dia bangun, ya. Aku pastikan kamu tidak akan bisa tidur juga!" gertak Davin. Dan akhirnya, Kinan memilih tidur di sofa ruang tamu daripada kesuciannya direnggut oleh SUAMI SENDIRI!

More details
WpActionLinkContent Guidelines