Navano
  • WpView
    Reads 4,828
  • WpVote
    Votes 3,882
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 8, 2025
Elvano Adrienne Mahardika Alastra adalah seorang CEO muda yang karismatik, terkenal dingin, tegas, dan sulit didekati, namun Di balik ketenangan dan wibawanya, tersimpan masa lalu kelam yang membekas, termasuk pengalaman traumatis saat ia masih kecil: diculik dan diikat di gudang tua. Dalam peristiwa itu, ia selamat bersama seorang gadis, Nayara Deliane Pramesti. Namun ada satu misteri yang terus menghantui mereka berdua hingga dewasa-siapa sebenarnya anak laki-laki yang diculik saat itu? Elvano atau kakaknya, Reno? Ingatan yang samar ini menjadi sumber kebingungan dan ketegangan batin, yang perlahan mulai terungkap seiring berjalannya cerita. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan kembali Elvano dan Nayara secara tak sengaja ketika Nayara melamar pekerjaan di perusahaan Elvano, Alastra Corp. Pertemuan ini memunculkan kembali kenangan masa lalu yang tertahan, sekaligus menimbulkan dinamika yang lucu, canggung, dan menegangkan di kantor. Elvano, yang kini menjadi sosok CEO dingin, mencoba menjaga jarak, sementara Nayara, gadis mandiri dan cerdas, berusaha menavigasi hubungannya dengan bos baru yang misterius ini. Puncak cerita menghadirkan momen-momen yang emosional: pengungkapan misteri masa lalu, lamaran yang menyentuh hati, persiapan pernikahan yang heboh, hingga hari pernikahan itu sendiri, di mana Elvano dan Nayara menapaki awal kehidupan baru mereka. 'Navano' di ambil dari gabungan nama Nayara dan Elvano, 'Navano' adalah kisah yang menyoroti kekuatan cinta dan keberanian untuk mengatasi trauma, menemukan pasangan yang benar-benar memahami, dan membangun kebahagiaan dari kepingan masa lalu yang rumit. Humor, romansa, drama keluarga, dan ketegangan emosional berpadu menjadi sebuah cerita yang hangat, menghibur, sekaligus menyentuh hati pembaca.
All Rights Reserved
#982
cowokdingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • i hate you bossy!
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Silent, Please! (Re-up)
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Transmigrasi: Love Punch
  • (bukan) JODOH [COMPLETED]
  • Alora [On Going]

Gue udah kerja di PT Malfoy Corp ini hampir lima tahun. Dari mulai nyapu lantai, buang sampah, sampai bikin kopi buat para petinggi perusahaan, semuanya gue lakuin dengan hati yang... yah, biasa aja sih. Bukan yang sepenuh hati banget, tapi juga bukan yang males-malesan. Hidup gue tenang, santai, nggak ada drama. Sampai hari sial itu datang. Gue lagi bawa nampan kopi buat meeting besar di ruang CEO. Semuanya masih aman terkendali, sampai tiba-tiba gue kepleset karena kabel charger yang menjulur di lantai. Dalam hitungan detik, kopi panas di tangan gue terlempar ke udara dan brak! Tumpah tepat di jas mahal warna abu-abu milik Mr. Draco Malfoy. Lo tau nggak siapa Mr. Draco? Dia bukan cuma CEO PT Malfoy Corp, tapi juga the coldest boss ever. Wajahnya flat, suaranya tajem, dan sikapnya? Jangan ditanya. Dia tuh tipe bos yang nggak ragu buat fire karyawan hanya karena kesalahan kecil. Bahkan, dia punya aturan absurd di perusahaan ini: "No Office Romance" alias karyawan dilarang keras pacaran sama rekan kerja. Dan sekarang? Gue baru aja bikin baju doi basah kuyup. Gue langsung membeku di tempat, otak gue nge-freeze, tangan gemetar sambil masih megang nampan kosong. Semua orang di ruangan juga pada diem. Bahkan, Pak Antoni dari divisi keuangan yang biasanya nggak pernah bisa diem pun tiba-tiba jadi patung lilin. Mata abu-abu tajem milik Mr. Draco langsung ngelock ke gue. "Potter." Suaranya rendah, tapi bikin bulu kuduk gue berdiri. "What. The. Hell." Gue otomatis refleks nunduk dalam-dalam. "S-sorry, Mr. Draco. Gue nggak sengaja, sumpah! Kabelnya-" "Keluar." Gue nggak bisa ngelawan. Dengan kepala masih nunduk, gue langsung jalan mundur, keluar dari ruangan sambil nahan napas. Tapi sebelum pintu ketutup, gue sempat ngeliat ekspresi Mr. Draco yang... aneh. Bukan marah, tapi lebih ke... mikirin sesuatu. Dan di hari itu, gue nggak tau kalau insiden kopi ini bakal ngerubah hidup gue selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines