Di Balik Kacamata Rey

Di Balik Kacamata Rey

  • WpView
    Reads 504
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 13, 2025
Alya tidak pernah menyangka bahwa perpustakaan sekolah tempat paling sepi dan membosankan bagi kebanyakan siswa justru menjadi tempat ia bertemu Rey. Rey, si cowok pendiam berkacamata, selalu duduk di sudut yang sama, membaca tanpa suara, menulis tanpa banyak bicara. Tak ada yang benar-benar mengenalnya. Ia seperti teka-teki berjalan yang memilih untuk diam daripada menjelaskan. Tapi semakin Alya memperhatikan, semakin ia penasaran dan terpesona. Sebuah puisi, sebuah tatapan, dan sebuah keberanian mengubah segalanya. Di balik sikap cuek dan tatapan kosong Rey, ternyata tersembunyi dunia yang indah penuh kata-kata yang dalam dan perasaan yang tulus. Ketika kata tak bisa terucap, Rey memilih menulisnya. Dan Alya adalah inspirasinya. Tapi mampukah mereka bertahan saat kenyataan mulai menguji keberanian mereka mencintai?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kata, Kupeluk Namamu
  • ALLAND
  • Language Of The Heart (ON GOING)
  • KENAPA BUKAN KAMU YANG AKU TEMUI LEBIH DULU?
  • Rahasia di Balik Senyumnya
  • Aksareya
  • Simponi SMA
  • Aiyugha
  • Never Be The Same

Naya tidak pernah pandai berbicara. Ia mencintai dalam diam, mengagumi dari kejauhan, dan menyimpan rindu dalam barisan kata yang ia tempelkan di mading sekolah. Tak ada yang benar-benar tahu siapa penulis di balik tulisan-tulisan itu-kecuali satu orang yang mulai memperhatikan keheningannya: Reyhan. Di tengah perjalanan yang sunyi dan luka kehilangan yang tak pernah benar-benar sembuh, Naya memilih menulis sebagai pelarian, sebagai tempat berlindung, dan sebagai cara mencintai dunia yang terasa terlalu bising. Namun ketika penyakit lama kembali menggerogotinya, Naya tahu: tak semua cerita akan menemukan akhirnya. Lewat tulisan terakhirnya, Naya mengungkapkan perasaannya, bukan untuk didengar, tapi untuk dikenang. Dalam kata, ia memeluk seseorang yang tak bisa ia gapai. Dalam sunyi, ia meninggalkan jejak yang tak akan hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines