Bali In My Anxiety

Bali In My Anxiety

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 9, 2025
Setelah dua tahun pandemi yang membekukan segalanya, SMP Arumi akhirnya kembali mengadakan karya wisata-kali ini menuju Pulau Dewata, Bali. Euforia melanda, apalagi bagi angkatan 35 yang telah lama menantikan momen kebersamaan ini. Tapi tidak semua siswa menyambutnya dengan tawa. Ziko, salah satu murid di antara mereka, menyimpan badai kecil di dalam dirinya. Ia hidup dengan rasa cemas berlebih-anxiety yang membuat hal-hal sederhana terasa seperti rintangan besar. Naik bus, tidur sekamar dengan teman, menyapa orang baru, bahkan memutuskan ingin jajan apa-semuanya jadi beban dalam pikirannya. Piknik ini seharusnya jadi ajang bersenang-senang, bukan? Tapi bagi Ziko, ini bisa jadi salah satu minggu terpanjang dan paling menguras perasaan. Di tengah langit Bali yang cerah, tawa teman-teman, dan pemandangan yang memukau-akankah Ziko menemukan makna kebebasan, atau justru terjebak dalam dirinya sendiri? Atau... mungkinkah perjalanan ini menjadi titik balik yang tak pernah ia duga?
All Rights Reserved
#609
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines