Melodies
  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 3, 2026
Laki-laki itu, dengan lesung pipi dan mata sabit saat tersenyum, jemari panjang yang lembut mengudarakan melodi indah. Dia murid pindahan dari Jepang, anaknya baik dan ceria. Dia teman mengobrol yang menyenangkan. Kami menjadi teman baik. Aku menemaninya setiap kali dia di ruang musik, bermain piano dan membuat sebuah lagu. Dia juga menjadi modelku untuk referensi gambarku. Kami juga berbagi manhwa, bertukar cerita, seperti teman pada umumnya. Saat ini aku sedang berada di perut burung besi, terbang menuju Negeri Sakura yang sering dia banggakan. Kampung halamannya. Lautan awan di luar jendela entah kenapa mengingatkanku padanya. Aku mengaku, aku merindukannya. Itulah kenapa sekarang aku ada di ketinggian yang aku benci. Aku ingin menemuinya. Dan aku berharap, dia baik-baik saja.
All Rights Reserved
#116
piano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • The Villain Mother
  • Be My Wife
  • My Celestia [ON GOING]
  • Hello, KKN!

(Sedang Revisi) (Akan segera terbit di Universe Publisher, part di Wattpad lengkap) Serena lahir di Kota Soeraandaru Jasmijn, ketika usianya menginjak 6 tahun dia sekeluarga pindah ke luar kota. Kedua orang tua Serena waktu itu memiliki pekerjaan di luar kota yang tidak memungkinkan untuk pulang pergi. Sejak saat itu Serena hanya sesekali kembali ke tanah kelahirannya saat usianya menginjak kepala dua, sekedar untuk menenangkan diri dari hiruk pikuk kota metropolitan. Selama berada di sana Serena tidak pernah merasakan apa-apa walaupun masih bertanya-tanya kenapa kota ini identik sekalian dengan bau bunga melati. Sebenarnya alasannya cukup nyata, sepanjang penglihatan Kota Soeraandaru Jasmijn banyak tanaman bunga melati, sama seperti nama kota ini. Tapi konon katanya, melati bukanlah yang menjadi poin utamanya, tapi tentang desas desus keluarga Kedhaton memiliki kekuatan mistis. Masyarakat mengatakan hal itu karena setiap Malam Satu Suro, tidak seorang pun diperbolehkan keluar dari rumah apa pun keadaannya. "Cah Ayu, jangan keluar rumah jika mendengar suara telapak kaki kuda di Malam Satu Suro." Main Cast: Karina as Serena Kahiyang Ayu Waskita. Jeno as G.R.M Wasesa Mahadevan Andaru. Romance|Mystery|Fantasy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines