Story cover for Meeting obsession  by Putribintoro31
Meeting obsession
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Apr 05, 2025
Mature
April yang berusaha menjelaskan kepada Mattew bahwa cinta yang dimilikinya tidaklah nyata dan tidak akan pernah menjadi satu. Apapun alasan yang diutarakan tetap saja Mattew hanya ingin mendampingi April hingga akhir hayat. Namun, tetap saja cinta murni kadang membuat logika dan pikiran menjadi salah dan dosa,
Cinta yang kini suci harus kembali terbakar oleh kenyataan yang sepadan.

	Apakah salah jika kita meminta cinta yang murni kepada seseorang kita cintai?. Apakah salah jika Mattew meminta cinta  yang murni kepada April. Lalu, apakah salah jika April meminta Mattew untuk menjadi nyata tidak hanya dalam kelabu atau fatamorgana yang akan asing. Fatamorgana yang selalu menyelimuti tidak akan pernah terlihat secara jelas.

	Dan cinta yang seharusnya murni kini harus tergantikan dengan obsesi yang begitu besar. Mattew berusaha dan menggunakan segala cara agar April menjadi miliknya. Namun, April menyadari ada sesuatu di balik senyum indah Mattew. Apakah itu????

        Bisakah Mattew mendapatkan April dan bisakah April membokar rahasia Mattew. Jangan lupa membaca sampai habis dan bantu April untuk membongkar rahasia Mattew.
All Rights Reserved
Sign up to add Meeting obsession to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Setelah Menikah by _lovsbook
28 parts Complete
Kayana Adhigana. Rajata Arya Danadipa, berani sumpah demi apapun kalau pria itu sungguh sangat membenci pemilik nama itu. Perempuan yang tidak pernah ia kenal sebelumnya, tau-tau masuk ke dalam kehidupannya dan secara ajaib menjadi istrinya sekaligus menghancurkan semua mimpi-mimpi besarnya. Ayahnya berkata, bahwa orang-orang seperti mereka ini tidak perlu membesar-besarkan persoalan cinta dalam sebuah pernikahan. Aryadana Ararya juga berpesan kalau cinta itu soal gampang! Cinta bisa datang dengan mudah karena terbiasa. Cukup menikah saja, maka semuanya akan beres. Tapi apa kenyataannya? Setelah menikah dengan Kayana, kebencian pria itu terhadap istrinya kian menggunung. Kian tak terbendung dan tidak bisa disembunyikan bagaikan batuk yang menyerang tenggorokannya, yang tak dapat ia tahan untuk tidak ia muntahkan. Dadanya bergemuruh tiap kali melihat Kayana. Darahnya mendidih setiap kali menjumpai bibir wanita itu mengulas senyuman. Bahkan untuk segaris senyum saja, Raja memerlukan waktu seharian untuk memperbaiki suasana hatinya. Belum lagi ketika ia mendengar Kayana berbicara. Raja tidak akan berhenti memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri, karena ingin menghilangkan suara memuakkan penuh kepalsuan itu dari kepalanya. Sedalam itu kebenciannya terhadap Kayana. Jadi, bagaimana dia bisa jatuh cinta kalau melihat Kayana saja rasanya dia tidak sudi? Akan tetapi seolah belum cukup dengan membuat Raja membenci. Perempuan tidak tahu diri itu, dengan tidak tahu malu meminta sesuatu yang tidak akan pernah bisa Raja berikan. "Saya mohon, Mas. Saya mau punya anak. Mas bisa membantu saya, kan?" Raja geleng-geleng kepala sambil berdecih jijik. Bukankah wanita ini sudah gila? Tunggu. Apakah ada kosakata yang lebih gila daripada kata gila itu sendiri? Sinting! Ya! Wanita ini benar-benar luar biasa sinting! Tapi mengapa Raja tidak suka setelah melihat Kayana hidup baik-baik saja tanpa dirinya? Apakah dia yang mulai sinting? ♡♡♡♡♡♡ Dimulai, 25 April, 202
You may also like
Slide 1 of 9
Pangeran Kegelapan cover
Rasa Bersalah cover
Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan cover
Last Romance cover
Girls Like You (TAMAT) cover
Setelah Menikah cover
Meneroka Jiwa 2 cover
I Love My Little Sister cover
Repihan Rasa (Selesai) cover

Pangeran Kegelapan

22 parts Complete Mature

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.