The Fatherland

The Fatherland

  • WpView
    LECTURES 3,018
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., avr. 8, 2026
WpInfo
Histoires vraies
Di suatu belahan realitas yang dikenal sebagai Bumi yang telah berganti wujud. Dunia itu kini bukan lagi milik manusia. Langit yang sama, lautan yang sama, dan tanah yang sama diwarisi oleh makhluk yang tak pernah dibayangkan akan memimpin:l, para poni. Mereka membangun kota, mendirikan negara, menyusun hukum, dan tanpa sadar, menapaki jejak yang pernah ditinggalkan pendahulu mereka. Manusia telah lenyap. Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana akhir itu terjadi. Hanya tersisa cerita-cerita setengah mitos tentang makhluk yang pernah menguasai dunia dengan api dan kehendak. Namun yang lebih mengganggu adalah kemungkinan... manusia tidak sepenuhnya pergi. Mereka kembali. Bukan sebagai manusia... melainkan sebagai bentuk yang lain. Di tengah tatanan dunia baru yang rapuh, lahirlah sebuah bangsa, bukan dari kedamaian, melainkan dari tekanan, ketimpangan, dan kerakusan para penguasa. Nusantara. Ia tidak muncul dengan gemuruh. Tidak pula dengan deklarasi yang mengguncang dunia. Namun kehadirannya segera terasa dalam geopolitik yang selalu berubah arah tanpa penjelasan, dalam peta kekuatan yang perlahan bergeser, dan dalam cara bangsa-bangsa lain menilai nya. Nusantara tumbuh membawa sesuatu yang tidak sepenuhnya dipahami oleh dunia baru ini, sebuah gagasan yang muncul kembali setelah melewati kehancuran zaman, dirumuskan dalam satu nama, Pancasila. Bagi sebagian, ia terdengar seperti prinsip. Bagi yang lain, ia terasa seperti strategi. Dan bagi mereka yang pernah mencoba menantangnya, ia menjadi sesuatu yang jauh lebih sulit untuk diabaikan. Pancasila tak muncul begitu saja, Ia ditempa dari pengalaman pahit... pengalaman tentang kehilangan, tentang bertahan, dan tentang semangat persatuan sebagai kekuatan. Sementara bangsa-bangsa lain masih mencari arah dalam dunia yang sedang mereka bangun dengan api, Nusantara bergerak seolah-olah mereka pernah melihat semua ini sebelumnya. Dan mungkin, dalam cara yang tidak sepenuhnya sama...
Tous Droits Réservés
#238
alternative
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • THUNDERBOLT
  • Raja Pembawa Perubahan (New)
  • [Drop]Snake Becomes a Member Of The Military Force [SBMOMF]
  • Project : NOIR
  • Heirs of the Equator: The New Republic Beyond The Southern
  • THE DEATH TARGET

(WARNING 18+++) " Savira cepatlah keluar dari tank ini melalui palka bawah aku sudah tidak bisa menahan mereka lagi karena terlalu banyak " kata Kapten Sauri sambil menahan rasa sakitnya " tapi Kapten aku akan melawan mereka " Kata Pratu Salvira " Jangan kamu terlalu muda untuk mati cepat keluar melalui palka bawah " Kata Kapten Sauri memaksa Pratu Salvira " jika aku keluar saya juga harus membawa Kapten keluar " kata Pratu Salvira " tidak aku akan tetap disini tank ini adalah rumahku aku bersama tank ini melalui banyak berbagai hal senang dan duka, aku akan tetap disini" kata Kapten Sauri bersamaan dengan itu 5 buah granat masuk kedalam tank " cepat pergi Salvira ini perintah " teriak Kapten Sauri kepada Pratu Salvira lalu dengan cepat Pratu Salvira menjatuh dirinya ke palka bawah dengan tengkurap. apa jadinya jika perang dunia ke 3 benar2 terjadi di tahun 2020 cerita ini mengangkat kisah perjuangan seorang komandan tank dari Indonesia yang menghadapi gempuran pasukan musuh yang menyerang Indonesia. ( WARNING CERITA MENGANDUNG ADEGAN DEWASA 18+++ BAGI YANG BERUMUR KURANG DARI 18 JANGAN MEMBACA CERITA INI JIKA MASIH MEMBACA MAKA RESIKO DITANGGUNG SENDIRI )

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu