Kopi & Deadline (On Going)

Kopi & Deadline (On Going)

  • WpView
    Membaca 766
  • WpVote
    Vote 57
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Mei 1, 2025
Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#439
karyawan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Andanan Coffee
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • Dosen Nano-Nano
  • i hate you bossy!
  • My Big Boss
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • A Cup Of Coffee (Done)
  • Kahfi dan Yumna 2
  • ON SIGHT (Completed)

🏅Reading list WattpadRomanceID bulan Juni 2023 kategori Dangerous Love 🏅Pemenang Kategori Best Branding top 15 Author Got Talent (AGT) 2022 Aku jomlo dan suka kopi. Semoga secangkir kopi bisa menghadirkan seorang kekasih untukku. Tapi, bukan lelaki yang bernama Andaru. Aku benci nama itu! ☕ Sallu memiliki kenangan buruk terhadap lelaki bernama Andaru. Sallu juga merasa tersisihkan di tempatnya bekerja sebab pemilik Rain Coffee, Itzan Pertama, bersikap dingin terhadapnya. Lelaki itu lebih memperhatikan Nana, rekan kerjanya, yang cantik. Pertemuannya dengan Raina, seorang pendaki dan teman dari dari Itzan, membuatnya harus kembali bertemu dengan lelaki pemilik nama yang sama. Andaru Deem, itu namanya. Lelaki asal Palembang yang memiliki wajah rupawan. Sejak mendaki, Sallu merasakan sesuatu terjadi pada hatinya. Apalagi setelah Andaru kembali ke Liwa hanya untuk mengembalikan buku catatan bertuliskan Andanan di kovernya. Setelah mengetahui perasaan Nana terhadap Andaru, juga ajang taruhan yang dilakukan oleh Andaru dan teman-temannya, akankah Sallu tetap mencintai lelaki itu seperti halnya menyukai secangkir kopi? Ataukah ada lelaki lain yang dalam diam mencintai Sallu selama ini dan dapat menyuguhkan secangkir kopi manis?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan