Kopi & Deadline (On Going)

Kopi & Deadline (On Going)

  • WpView
    Reads 948
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️
All Rights Reserved
#449
karyawan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
Nakula

[Belum direvisi] Bagaimana perasaan kalian jika memiliki pacar yang begitu sempurna. Bukan hanya dari fisiknya dan wajahnya tapi juga prestasi yang dia miliki. Rasanya itu sebuah anugerah, bukan? Itulah yang dirasakan oleh Jia Ayunara. Gadis biasa yang memiliki wajah tembam dan badan sedikit berisi. Baginya dia tidak ada cantik-cantiknya. Tentunya dia senang dan lebih tepatnya sangat senang. Hingga suatu hari, Jia baru sadar jika apa yang sudah dia lakukan adalah hal yang salah. Memang seharusnya sedari awal dia tidak menerima semua itu. Apa yang mereka katakan tentang pacarnya dan primadona sekolah memang benar. Mereka sama. Mereka sederajat dan ciuman yang dia lihat sudah menjawab semuanya. Nakula Janendra Damayantra bukan hanya mengajarkannya cinta tapi juga mengajarkannya makna sakit hati. Putus adalah jalan terbaik bagi Jia dan juga awal gila yang dia lakukan. Nakula tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. [Start: 13 Desember 2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines