LEWAT BERANDA - Hanna Enka dan Ipuun

LEWAT BERANDA - Hanna Enka dan Ipuun

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 6, 2025
Kita tidak pernah bisa memilih kepada siapa kita jatuh hati. Bukankah, demikian? Ada kalanya, hidup ini benar-benar sukar tertebak. Bagaimana tidak, ujianku kerap kali oleh hal-hal di luar kendali maupun ekspektasiku. Yang diporak-porandakan justru hati dan perasaanku. Kenapa Tuhan sering mengirimkan makhluk lucu-lucu untuk meluluhkan kerasnya aku? Apakah karena aku terlalu sombong, yang mengatakan bahwa "love's weekness. Hanya perempuan bodoh yang mau hidup berdampingan dengan lelaki ketika ia mampu untuk menghidupi dirinya sendiri.' Seakan-akan Tuhan ingin memperlihatkan kepadaku, kalau aku masih manusia. Setiap nafas, detak jantung, hati dan perasaanku bisa diputar-balik kapan saja oleh semesta. Aku masih manusia. Bahkan ketika hidupku sudah digariskan sebegitunya, punya suami yang katanya 'suami idaman', anak-anak pintar dan lucu, juga dapat gelar 'keluarga cemara', harus dihadapkan dengan guncangan rasa, yang mengandung banyak tanya - kenapa harus aku? Kenapa laki-laki itu harus jatuh cinta padaku? Tidak kenal, tidak dekat, sekilas karena kenangan masa lalunya - lalu kami terhubung lewat hati. Apa alasan semesta mengirim engkau padaku? Tentu saja, aku tetap saja aku. Yang mempercayai bahwa setiap rencana, pertemuan dan perpisahan pasti memiliki rahasia maksud, yang tidak semerta-merta terjadi tanpa sesuatu.
All Rights Reserved
#66
lewatberanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • Merried By Accident (END)
  • Penggemar Rahasia
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • I Love You
  • My Precious Husband
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Me and My World
  • His Secret Temptation

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines