ANHEDONIA (On Going)

ANHEDONIA (On Going)

  • WpView
    LETTURE 88
  • WpVote
    Voti 40
  • WpPart
    Parti 4
WpMetadataReadCompleta lun, lug 14, 2025
Rasa sakit dan kecewa mana lagi yang belum Mentari rasakan? Luka karena Keluarga yang membuatnya hidup berdampingan dengan Trauma dan Pertanyaan-pertanyaan yang entah ada atau tidak ada jawabannya. Rasa ketidakadilan yang selalu ia terima membuatnya selalu ingin lari menjauh dari Rumahnya sendiri. Rasa sakit karena ketidakjelasan, kebohongan dan kegagalan dalam hubungan percintaannya, membuat ia selalu berpikir bahwa ini adalah Karma yang harus ia terima atas perbuatan Ayah dan Ibunya di masalalu begitu juga dengan penyakit yang ia derita. "Sebenernya semua hal berat ini sebagai tanda cinta Allah buat gue atau karena dosa gue yang udah terlau banyak?" pikir Mentari. Meski begitu, Mentari masih memilih untuk terus hidup dan mencari potongan puzzle miliknya yang hilang untuk kemudian ia pasang walaupun ia harus berjalan dengan Raga yang jiwanya telah mati. Karena masih banyak hal membahagiakan yang bisa Mentari dapatkan, walaupun ia tak tahu bahagia yang ia dapatkan itu benar-benar nyata atau hanya awal dari luka baru yang akan tercipta untuknya. Ia akan terus hidup sampai ia mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selalu ia lontarkan pada dirinya sendiri, "Sebenarnya untuk apa tujuanmu hidup, Mentari?"
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Mentari Senja [End]
  • Aku yang tak dipercaya [END]
  • Dia, Manusia Bernama "Lelaki"
  • JIWA DAN RAGA
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • HOME FOR WOUNDS
  • Takeaway
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • DEAR RAGA

Berawal dari kerinduannya pada sang Ayah, gadis itu memulai kembali kehidupannya di kota yang telah lama ia tinggalkan. Mulanya, ia pikir semua akan berjalan sesuai dengan perkiraannya namun yang kejadian malah sebaliknya. Dari hal itu ia mengambil kesimpulan yang sangat tidak masuk akal yaitu, 'Tuhan itu tidak adil!' Makin lama situasinya semakin buruk. Ada banyak fakta yang di sembunyikan sang Ibu padanya, membuat hubungan mereka yang renggang menjadi bertambah renggang. Dan Mentari muak akan hal itu. Bagaimana cara Mentari mengatasi semuanya? Apakah ia sanggup menjalankan kehidupan diantara kebohongan yang mulai terkuak? ●●● PENGUMUMAN Mohon jangan diplagiat karena bagaimanapun setiap babnya saya selesaikan dengan penuh perjuangan. TERIMAKASIH.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti