MEMBALAS SAKIT HATI IBUKU.

MEMBALAS SAKIT HATI IBUKU.

  • WpView
    Reads 322
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 7, 2025
"Saya terima nikah dan kawinnya Nada-" "TUNGGU!" Suaraku terdengar lantang memutus ucapan lelaki tampan yang kini tengah menjabat tangan ayahku. Para tamu yang hadir di Hotel Bintang Lima ini ikutan menoleh padaku. Mungkin heran, karena aku adalah tamu yang tak diundang. "Tiara? Mau apa kamu kemari?" Lelaki bernama Agus, yang sayangnya adalah ayah kandungku itu tampak kaget melihat kehadiranku. Dengan senyum dan dagu terangkat, aku berucap, "Pernikahan ini tak bisa dilanjutkan, karena ...." Kuelus perutku yang masih rata ini. "Aku mengandung anak dari mempelai laki-laki. Aku yang harus menikah di sini, bukan Nada." Semua yang hadir melotot tak percaya, terlebih Nada, si mempelai perempuan. Saudara tiriku. Sementara mempelai laki-laki tampak begitu tenang menatap ke arahku. Ibu, hari ini aku balaskan rasa sakit hatimu pada mereka.
All Rights Reserved
#982
sakithati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Imamku
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Sesal Yang Terlambat
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Master Hong's Lucky Bride
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • jangan sakiti aku
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Secret Marriage (Adult Romance 21+) TAMAT

Dear Imamku Aku wanita biasa yang tengah berjuang mencintaimu dengan cara yang luar biasa. Ketika akad terucap, dan saat itu pula kuputuskan untuk melabuhkan cintaku padamu. Besar harapanku kita bisa bersama membangun mahligai rumah tangga menuju Syurga-Nya. Bersama-sama menuju dermaga mengendalikan bahtera dan kau sebagai Nahkoda; penuh canda tawa bahagia bersama anak-anak kita. Namun, ketika angan melambung jauh menuju langit, terpaan angin topan disertai badai menghancurkan sebuah angan-angan yang penuh kebahagiaan. Adriana Herland Fathina Satu nama yang ternyata sudah lama mengisi ruang hatimu. Bahteranya akan mengajakmu menjadi nahkoda menuju dermaga. Terima kasih sudah mengizinkanku untuk sekadar singgah di bahteramu. Selamat menempuh perjalanan menuju dermaga bersama kelasi yang menurutmu mampu membantu. "Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga, walau bahagiamu tidak bersamaku." -Azkira Tazkia Haura

More details
WpActionLinkContent Guidelines