We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Aku yang Hidup dalam Bayangan

Aku yang Hidup dalam Bayangan

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 6, 2025
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Ada suara yang tak bisa kudiamkan, meski tak pernah terdengar oleh siapa pun." Aku tak tahu sejak kapan aku mulai merasa bahwa dunia ini terlalu bising... Namun, anehnya, aku justru hidup dalam diam. Di antara senyum palsu yang kupelajari sejak kecil, dan tatapan kosong yang kerap kusembunyikan di balik jendela kamar. Aku Aluna atau mungkin bukan. Karena dalam bayanganku, ada suara lain yang hidup. Suara itu bernama Dylan. Ia tidak nyata... tapi aku mengenalnya lebih dari siapa pun. Dylan adalah kekacauan yang kupeluk saat dunia terasa terlalu asing. Ia hadir dalam sunyi, tumbuh dari luka yang tak bisa kusebutkan. Ia adalah versi dari diriku yang tak pernah berani kulihat di cermin. Dan di sinilah semuanya dimulai. Saat aku berhenti membedakan mana aku... dan mana bayanganku.
All Rights Reserved
#22
dylan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • Riuh Dalam Sunyi
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • VENATOR OBSCURUS
  • Batavia 1920
  • Aku Kamu Dan Jarak
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Mahligai Sunyi
  • Di Balik senyumanku

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines