Ecosillia

Ecosillia

  • WpView
    Reads 14,752
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Apr 5, 2025
Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama, malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring. Pantulan sunyi dari suara yang lirih, nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai. Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan, memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi, terlalu dekat untuk diingkari. Dan waktu pun tak mencatat, sebab di sana, hanya ada gema... dari halusnya keinginan. Sehelai napas ditahan, bukan karena takut, tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi. Jemari menyentuh tak sengaja, atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama. Setiap detik menjadi relung, dan setiap relung adalah jejak dari sesuatu yang tak pernah dituliskan. Di balik pintu itu, tak ada dunia luar. Hanya detak yang disamarkan oleh suara air yang mengalir, dan mata yang tak bisa saling melepas. Rahasia itu, kini tinggal bayang. Tapi bayang pun tak pernah berdusta. Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu, akan merasakan sesuatu... yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dikenang dalam diam yang terlalu manis.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIALOG SINGKAT
  • The Silence That Shaped Me
  • Past Recording [48] | End
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • NOESIS [END]
  • Jerat di Balik Senyap
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina

Dalam hatinya dia berkata bahwa Tak apalah. Ini jauh lebih baik daripada hidup di dunia penuh dengan ketidakpastian. Ketika dia sudah khusyuk dengan kehampaan tersebut. Ada Suara kecil menggelitiki telinganya. Perlahan suara itu mulai terdengar jelas. Tempo suara itu mulai cepat dan volumenya meninggi dan terus meninggi. Sampai pada jeda tertentu, mulai terdengar suara kokok ayam. Sekejap dia kaget membuka mata dengan pandangan kabur. Dia mengedipkan matanya beberapa kali sampai pandangannya terlihat jelas. Terlihat dinding bercat kuning pudar dengan stiker tempel bertulis Bangunlah. Ibumu tidak melahirkanmu untuk jadi pecundang. Namaku Budi, selama awal KKN di sini, pergolakan dan situasi aneh sering menimpaku. hanya satu hal yang menurutku tidak aneh, perasaanku terhadapnya benar-benar nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines