Ecosillia

Ecosillia

  • WpView
    Lecturas 16,417
  • WpVote
    Votos 105
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContenido adultoConcluida sáb, abr 5, 2025
WpInfo
Fanfic
Etiquetasjkt48
Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama, malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring. Pantulan sunyi dari suara yang lirih, nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai. Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan, memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi, terlalu dekat untuk diingkari. Dan waktu pun tak mencatat, sebab di sana, hanya ada gema... dari halusnya keinginan. Sehelai napas ditahan, bukan karena takut, tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi. Jemari menyentuh tak sengaja, atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama. Setiap detik menjadi relung, dan setiap relung adalah jejak dari sesuatu yang tak pernah dituliskan. Di balik pintu itu, tak ada dunia luar. Hanya detak yang disamarkan oleh suara air yang mengalir, dan mata yang tak bisa saling melepas. Rahasia itu, kini tinggal bayang. Tapi bayang pun tak pernah berdusta. Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu, akan merasakan sesuatu... yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dikenang dalam diam yang terlalu manis.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • DIALOG SINGKAT
  • SMARA DIKTA
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Sin-yuka Imperio
  • Jerat di Balik Senyap
  • Velmora Selphine
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido