Story cover for Ecosillia by maragulita
Ecosillia
  • WpView
    MGA BUMASA 11,889
  • WpVote
    Mga Boto 87
  • WpPart
    Mga Parte 4
  • WpView
    MGA BUMASA 11,889
  • WpVote
    Mga Boto 87
  • WpPart
    Mga Parte 4
Kumpleto, Unang na-publish Apr 05, 2025
Mature
Dalam ruang sempit yang tak bertanya nama,
malam menciptakan dirinya lewat bisikan yang tak boleh nyaring.

Pantulan sunyi dari suara yang lirih,
nyaris seperti angin yang malu menyingkap tirai.

Hanya di antara dinding kecil itu, kata-kata bisa bernapas pelan,
memeluk rahasia yang terlalu hangat untuk dibagi,
terlalu dekat untuk diingkari.

Dan waktu pun tak mencatat,
sebab di sana,
hanya ada gema...
dari halusnya keinginan.

Sehelai napas ditahan,
bukan karena takut,
tapi karena terlalu indah untuk dibiarkan pergi.

Jemari menyentuh tak sengaja,
atau mungkin sengaja terlalu pelan agar terasa lebih lama.

Setiap detik menjadi relung,
dan setiap relung adalah jejak
dari sesuatu yang tak pernah dituliskan.

Di balik pintu itu,
tak ada dunia luar.

Hanya detak yang disamarkan
oleh suara air yang mengalir,
dan mata yang tak bisa saling melepas.

Rahasia itu,
kini tinggal bayang.
Tapi bayang pun tak pernah berdusta.

Dan siapa pun yang mendekat ke tempat itu,
akan merasakan sesuatu...
yang tak bisa dijelaskan,
hanya bisa dikenang
dalam diam yang terlalu manis.
All Rights Reserved
Sign up to add Ecosillia to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Ayo menepi dulu, sebentar saja. ni awmawindh
6 mga parte Ongoing
[HIATUS] Indira tidak pernah meminta untuk dilahirkan dengan tubuh yang lemah. Tapi hari-harinya kini dipenuhi detak mesin, jarum-jarum tajam, dan dinding rumah sakit yang dingin. Tubuhnya tidak pernah benar-benar sembuh, tapi pikirannya terus mencoba kuat. Karena di sisi lain, ada Ella. Seseorang yang selalu ada di sana, dengan sabar, lembut, dan tak pernah menyerah. Ella yang datang dengan susu kotak saat dunia rasanya hambar, yang menemani sesi cuci darah meski hanya bisa duduk diam sambil menggenggam ujung jaket Indira. Namun semakin hari, semakin terasa: ada batas yang tak bisa lagi mereka pura-pura tak lihat. Indira mulai menjauh, bukan karena tidak cinta, tapi karena takut cinta itu perlahan berubah jadi beban. Ia merasa tak lagi layak untuk dicintai, apalagi saat tubuhnya sendiri terkadang tak sanggup berdiri lebih lama dari lima belas menit. Sementara Ella terus bertanya; mengapa kak Indira menarik diri? Apa salah jika ia ingin tetap di samping seseorang yang ia pilih untuk ia perjuangkan? Di antara rasa sayang dan amarah yang terpendam, keduanya mulai kehilangan arah. Mereka tak pernah bertengkar, tapi diam-diam saling menyimpan luka. Sampai pada akhirnya, sebuah sore yang sunyi di stasiun kecil menjadi saksi bahwa: keduanya duduk berdampingan, tanpa banyak kata. Hanya ada satu kalimat dari Ella, pelan namun penuh makna, "Ayo menepi dulu, sebentar saja." Bukan untuk pergi, bukan untuk berakhir. Tapi untuk istirahat dari semua hal yang memaksa mereka menjadi kuat setiap waktu. Namun yang tidak mereka tahu adalah... kadang, yang kita anggap hanya sebentar bisa jadi jeda terakhir sebelum semuanya berubah. "Aku ngerasa kayak mayat hidup, El..." "Ada aku, Ada Ella... Semuanya akan baik-baik aja, kak. Trust me..." Start ; Fri, May 16, 2025 End ; - By. awmawindh |; Seraphine.daine
Dalam Diam | Hiatus ni zexibo
20 parte Kumpleto
Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 6
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
Selimut yang Tak Cukup [SELESAI] cover
SMARA DIKTA cover
DIALOG SINGKAT cover
Ayo menepi dulu, sebentar saja. cover
Dalam Diam | Hiatus cover

Tentang Lionel : Cerita dari Catherina

8 parte Kumpleto

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.