We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HARSA
  • WpView
    Reads 377
  • WpVote
    Votes 264
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 22, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kotak tua yang tak sengaja dibuka membawa Kencana melintasi waktu. Menyelusup ke masa muda sang ibu, Eilin. Bukan sekadar melihat, tapi menjadi bagian dari kisah yang selama ini tersembunyi di balik kesibukan harian dan tatap mata yang tak pernah bercerita. Dari Bogor ke Jogja, dari gemuruh laut hingga surat yang tak pernah sampai, Kencana menyusuri jejak cinta yang pernah tumbuh diam-diam. Lewat lembaran kenangan yang mulai terbuka, ia perlahan mengenal sisi lain ibunya-seseorang yang juga pernah muda, jatuh hati, dan menyimpan rahasia. ----- "Aku bukan ninggalin kamu, Lin. Aku pergi karena aku mau buktiin kalau aku mampu berdiri di atas kaki ku sendiri." "Janji?" "Janji, Lin. Tunggu aku... dan doakan aku, ya." "Aku juga janji, Harsa." Sebuah janji yang diucap dengan harapan, tapi dilupakan oleh waktu. Akankah cinta itu pulang, atau hanya jadi kenangan? Harsa; Aku masih kamu, tapi kamu bukan lagi aku.
All Rights Reserved
#209
teenromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aerilyn
  • Marry With My Senior ( SUDAH DIBUKUKAN DAN TERSEDIA DI APLIKASI DREAME)
  • Sweet Dreams, Sweetheart! [END]
  • My Beloved Brother |tamat|
  • To My 19-Year-Old
  • Recuerdos
  • Unread Massages
  • Fathan & Putih Biru (Completed)
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Tinggal Kenangan
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

More details
WpActionLinkContent Guidelines