DIKEJAR DUDA KEREN

DIKEJAR DUDA KEREN

  • WpView
    LECTURI 11,803
  • WpVote
    Voturi 201
  • WpPart
    Capitole 42
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare lun, iul 21, 2025
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
"KITA PUTUS!" Malam itu, Jena termangu. Dia tidak menjawab lagi saat Aran, kekasihnya, memutuskan untuk meninggalkannya sendiri di taman. Hubungan empat tahunnya harus berakhir begitu saja tanpa alasan. Kakinya berjalan menyusuri jalanan. Langkahnya menjejaki trotoar. Mata indahnya yang kosong itu hanya memandangi kendaraan yang datang silih berganti, melewatinya begitu saja. Sorot lampu dari mobil hitam yang kini mendekati, membuat Jena menghentikan langkah. Dia menoleh. Berharap bahwa penghuni mobil itu adalah Aran. Namun, "Jena?" Seseorang yang baru saja menyembulkan kepala dari jendela pengemudi itu bukan Aran. Melainkan si Duren yang tengah dipuja-puja karyawan Citrabangsa.
Toate drepturile rezervate
#278
aran
WpChevronRight
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Office Hours Affair (Sudah Terbit)
  • BUCIN MAS ARSITEK [ SUDAH TERBIT ]
  • Sexy Deandra vs Bad Rayan
  • Secrets and Agreements
  • Pick Your Love
  • Sweet Disaster

Highest rank #1 KANTOR Highest rank #6 DEWASA Highest rank #3 Indonesia 17/7/2019 Sudah terbit, dan silahkan cek Bab Open PO untuk informasi pembelian. Terima Kasih. Tersedia di google play LANA Tiba - tiba ia menyudahi ciumannya, dan menjauhkan wajahnya sedikit dari wajahku sambil melirik kebawah. "Hari ini pake warna apa?," katanya sambil menarik sedikit kemejaku untuk mengintip. Kutarik dagunya keatas untuk mengarahkan pandangannya kembali ke mataku. " Nakal kamu," kataku sambil tersipu. "Iya, kan cuman sama kamu." Bisiknya didepan bibirku, aku bisa melihat pandangannya berkabut oleh gairah. Entah cuman matanya atau mataku juga sama - sama berkabut, ah siapa peduli. Titiiitt..titiiiitiiiit...dering telepon genggamnya Arfan mengembalikan kesadaranku. Arfan menghentikan sesi make out kami, mengecup lembut hidungku dan menoleh mencari telepon genggamnya yang sepertinya ada di atas mejanya. Aku pun ikutan mencari dimana letak telepon genggamnya, dan nama yang tertera di layarnya membuat jantungku berhenti berdetak. Beberapa part mengandung adegan 21 + Sebagian part sudah dihapus ya, untuk kepentingan penerbitan.

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut