Eldravia: Akhir Kehidupan [End]

Eldravia: Akhir Kehidupan [End]

  • WpView
    Reads 539
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 6, 2025
Lumina anak kecil yang berbeda dari kalangan anak seumuran dengannya. Anak kecil itu cerdik, pintar melukis menggambar dan mahir dalam melukis. Ada satu hal yang menarik dari anak kecil tersebut, yaitu keinginannya untuk pergi ke dunia fantasi! Lumina bercita-cita ke dunia fantasi dan tinggal di sana. Dia bahkan melukis sebuah lukisan dan menulis keinginannya itu dibalik lukisannya! Dan siapa sangka lukisan tersebut menghasilkan keajaiban yang membawa Lumina ke dimensi lain!
All Rights Reserved
#261
peri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • THE LUMINOSITY SAGA: AURORA [COMPLETED]
  • Ave
  • The Nastira
  • Reinkarnasi Sang Antagonis (TERBIT)
  • Marera [Istri Putra Mahkota]
  • Magia Academy [END]
  • TRANSMIGRATION OF VILLAINS
  • WHISPERS OF THE FORGOTTEN [HIATUS]

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

More details
WpActionLinkContent Guidelines