first love, last hurt.

first love, last hurt.

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 8, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ada yang bilang, cinta pertama itu cuma angin lalu. Singgah sebentar, lalu hilang. Tapi tidak semua angin bisa dilupakan, apalagi kalau sempat jadi rumah. Eilasha Renauza, tidak pernah menyangka, nama yang dulu paling sering ia sebut diam-diam waktu kecil, bakal muncul lagi setelah bertahun-tahun, dengan ingatan yang masih utuh. Bukan sekadar memori biasa, tapi kenangan yang ia rawat, bahkan saat Eliasha berpikir ia sudah lupa. Dan saat itu, di satu malam yang sunyi, di antara chat yang tidak direncanakan, semuanya kebuka lagi. Rasa yang dulu sempat terkubur, ternyata gak pernah benar-benar mati. Hanya diam, menunggu dipanggil pulang. Ini cerita tentang Eilasha dan dia. Tentang perasaan yang tumbuh tanpa aba-aba, terputus tanpa alasan jelas, dan ditemukan kembali saat semuanya udah gak sama. Tapi... masih ada yang sama. Rasanya.
All Rights Reserved
#328
baper
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Butterfly Effect
  • Rindu Dalam Diam
  • cinta yang terluka
  • Jejak Senja
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • Burning Up

Di usia yang telah memasuki 25 tahun, aku merasa seperti seorang penonton di pinggir lapangan, tersingkir dari hiruk-pikuk serunya kisah cinta masa remaja yang dulu begitu membara. Mati rasa kini perlahan menggerogoti diriku, mengambil alih hari-hari yang dulu dipenuhi oleh harapan dan semangat. Tak ada lagi senyuman yang muncul di pagi hari karena antusiasme akan bertemu kekasih di sekolah. Tidak ada lagi getaran hati ketika mendengar deru sepeda motor yang selalu menemaniku menuju sekolah. Tidak, tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah rutinitas hari-hari yang melelahkan, penuh kesal dengan pekerjaan yang semakin menumpuk, seakan-akan menyerap semua energiku. Hari-hari yang terasa monoton diisi oleh rentetan pekerjaan yang tidak ada jedanya. Aku, Ayleena Pratiwi, merindukan kupu-kupu kecil yang pernah berterbangan dalam perutuku--sensasi aneh namun menyenangkan yang dulu selalu menemaniku. Perasaan mulas disertai jantung yang berdegup kencang, yang dulu begitu intens kini hanya menjadi kenangan samar. Rasanya seperti berusaha mengingat melodi sebuah lagu yang pernah ku dengar, namun seiring waktu, liriknya hilang dari ingatan. Ah, kapan terakhir kali aku merasakannya? aku bahkan sudah lupa. UPDATE TIAP JAM 7 MALAM

More details
WpActionLinkContent Guidelines