Kata yang menunggu kau baca

Kata yang menunggu kau baca

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 6, 2025
Di antara rak-rak buku yang diam, Sekar Ayudhia menemukan sepotong kalimat yang membuat detak jantungnya berhenti sejenak. Kutipan tanpa nama itu bukan hanya indah-ia hidup, menggema, dan terasa seperti ditulis khusus untuknya. Tanpa ia tahu, sang pemilik kata itu adalah Raka Dwijatmiko, mahasiswa sastra yang lebih suka berbicara lewat halaman buku daripada suara. Pertemuan mereka tak megah, tapi perlahan tumbuh menjadi kisah yang disulam oleh kata-kata. Dalam dunia yang ramai dan cepat, mereka memilih jalan sunyi: bertukar surat lewat buku perpustakaan, menulis dalam diksi klasik yang seolah menantang zaman. Cinta mereka tumbuh bukan dari sentuhan atau janji manis, melainkan dari larik-larik puisi yang diam-diam saling menunggu untuk dibaca. Namun hidup bukan lembaran novel yang selalu teratur. Ketika Raka harus pergi dan komunikasi terputus, Sekar dibiarkan bertanya-tanya apakah kata-kata itu memang nyata. Dalam rindu yang tak pernah diucapkan, mereka kembali menulis-bukan untuk saling menghubungi, melainkan untuk berharap karya mereka dibaca oleh satu sama lain. "Kata yang Menunggu Kau Baca" adalah kisah cinta dua insan yang tak terburu-buru untuk bersama, karena mereka percaya: cinta yang tumbuh perlahan adalah cinta yang bertahan lama, terutama jika ia hidup dalam kata.
All Rights Reserved
#120
sansekerta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sore, Senja, dan Hujan
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • Secret Admirer : Untukmu Yang Tak Tahu
  • Di Antara Akar dan Langit
  • Dalam Rintik yang Sama
  • senja diberanda kayu
  • Kala Cinta Bertumbuh dan Berlabuh [COMPLETED ✔️]
  • Suara Dalam Aksara

Affan Sore Syahputra. Pemuda tampan yang berasal dari keluarga berada. Dian Hujan Buana. Perempuan cantik yang hidup dalam kesederhanaan. Senja Ranti Kusuma. Perempuan manis yang jauh dari kata sempurna. *** Sore kali ini sedang dibingungkan oleh sebuah pilihan. Bukan harta juga tahta, melainkan seorang wanita. Dalam pilihannya tersebut, ia harus memilih satu diantara dua wanita yang sangat disayanginya. Dian Hujan Buana ataukah Senja Ranti Kusuma. Hujan yang rela terjatuh hingga berkali-kali. Atau Senja yang kehadirannya indah namun hanya sesaat. Namun, seiring berjalannya waktu. Akhirnya Sore memutuskan untuk tidak memilih keduanya. Itu karena apa? Persahabatan lebih ia pilih daripada harus memilih cinta tapi mengorbankan salah satunya. *** Sore : " Kalian bertanya, siapa yang harus aku pilih? Maaf, aku tidak akan memilih kalian berdua untuk jadi pendampingku. Namun, aku pilih kalian berdua untuk jadi sahabatku." Dian : " Jika kamu datang untuk membuat kisah indah. Menetaplah. Namun, jika arti dari kedatanganmu hanya sebatas singgah. Pergilah." Senja : " Dan jika senja tidak lagi hadir seindah biasanya. Apakah kamu tetap mau berada di sampingku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines