Langit Merah

Langit Merah

  • WpView
    LECTURAS 731
  • WpVote
    Votos 192
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, may 5, 2025
Mereka bertemu di bawah langit merah. Tapi satu dari mereka tidak mengingat. Azura Callista hanya ingin menjalani hidup baru. Tapi sebuah pertemuan di atap sekolah dan langit yang bersinar merah di pagi hari-mengantarnya pada seseorang yang seharusnya ia kenal... tapi tak pernah ia ingat. Sementara itu, Zayn Keegan Vireo menyimpan terlalu banyak luka. Dan langit merah selalu datang saat rahasia itu hampir terkuak. Bisakah cinta bertahan saat masa lalu tak berhenti mengejar?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [END] When the Stars are Tired
  • Candlelight (HIATUS)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • The Girl I Loved, Forever
  • " Cinta Mahasiswa Kedokteran "
  • Langit dan Lukanya
  • setangkai mawar di musim dingin
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
  • Senja Di ujung Jari [Rorasa]

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido