Restless Ties

Restless Ties

  • WpView
    Reads 18,658
  • WpVote
    Votes 1,819
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 15, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Di sebuah rumah yang dulu hangat oleh tawa, kini hanya sunyi yang mengendap di sela dindingnya. Daru sang kakak yang terlalu cepat dewasa karena keadaan berusaha tetap tegak meski tubuh dan hatinya perlahan runtuh. Rega sang adik yang penuh amarah dan kehilangan berdiri di tengah gelombang rasa kecewa dan rindu yang tak pernah terucap. Daru memikul terlalu banyak, terlalu diam. Rega menyimpan terlalu dalam, terlalu marah. Saat tubuh mulai tumbang dan luka tak bisa lagi disembunyikan, mereka harus memilih-memperbaiki yang retak, atau membiarkannya hancur selamanya.
All Rights Reserved
#91
jayki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • Sunoo's World
  • About me [TAHAP REVISI]
  • Kim Sunoo
  • SKY
  • Maaf | JayKi [END]
  • [✓] PRECIOUS HYUNG
  • My Very Bestfriend
  • Unwanted Sibling | JAY JUNGWON
  • TIME LIMIT

Setelah kepergian kedua orang tua mereka dalam kecelakaan tragis, rumah kecil di pinggiran kota menjadi satu-satunya tempat yang tersisa bagi Heeseung dan Ni-ki-dua saudara angkat yang dulu tampak sempurna di mata dunia. Namun, di balik dinding rumah yang mulai rapuh, tersimpan kepedihan yang jauh lebih dalam daripada sekadar duka kehilangan. Heeseung, anak sulung yang dulu penuh senyum, berubah dingin dan penuh amarah. Baginya, Ni-ki adalah awal dari kehancuran segalanya-anak angkat yang tidak pernah ia minta, namun sekarang harus ia lihat setiap hari. Ia menyalahkan Ni-ki atas kematian orang tua mereka, atas kesepian yang menggigit, atas hidup yang kini tak lagi punya arah. Ni-ki hanya ingin bertahan. Menjadi anak baik seperti yang selalu ia usahakan. Tapi luka yang datang setiap hari dari satu-satunya keluarga yang tersisa perlahan mengikis semangatnya. Bahkan ketika Heeseung membiarkan teman-temannya menyentuhnya tanpa izin, Ni-ki hanya bisa memohon dan berharap-meski tak pernah didengar. Hingga suatu malam dalam mabuk dan kabut dendam, Heeseung melanggar batas terakhir yang ada. Ni-ki hamil. Kini, dengan tubuh yang berubah dan jiwa yang hampir hancur, Ni-ki berdiri di ujung antara bertahan atau menyerah. Apakah ada secercah cahaya dalam rumah yang penuh bayangan? Atau apakah cinta hanya tinggal luka dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines