We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Transmigrasi jadi Janin

Transmigrasi jadi Janin

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
--- Aluna, 25 tahun. Lulusan universitas ternama, tapi realita hidup tidak seindah brosur kampus. Sudah ratusan lamaran ia kirim. Jawabannya? Hening. Sementara orangtuanya sibuk bertanya, "Kapan kerja?" "Kamu kan anak pintar, masa nggak laku juga?" Aluna tersenyum... lalu hancur diam-diam. Dan di satu malam yang sunyi, saat lelah sudah memuncak, ia menyerah. Tapi bukannya menghilang... Aluna justru terbangun sebagai janin berusia delapan minggu dalam rahim seorang wanita yang tak dikenalnya. Wanita itu... penuh kasih sayang. Dikelilingi keluarga besar yang hangat. Punya suami yang perhatian dan seorang anak laki-laki berusia 18 tahun yang selalu bicara lembut pada "adiknya" yang belum lahir. Aluna kini hidup dalam keajaiban yang tak pernah ia minta-dikehendaki lahir kembali sebagai anak yang ditunggu-tunggu. Disayang. Ditunggu. Dianggap anugerah. Akankah ini jadi kesempatan keduanya? Atau justru takdir menyimpan alasan yang lebih besar atas kelahiran kedua nya? --- Genre: Fantasi | Drama Kehidupan | Slice of Life Vibes: Emosional, hangat, menyentuh, penuh harapan, dengan bumbu realita yang relate. --- Cerita ini adalah karya orisinal penulis. Copy-paste? hati-hati kutukan karakter bakal nempel terus.
All Rights Reserved
#393
aluna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reborn In a Hug
  • ALUNA [REVISI New Version] [TERBIT]
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Side Back || Transmigrasi [END]
  • -Riska For Raina👑-
  • Senja
  • Transmigrasi Jadi Istri Duda (End)
  • ✔ Ayah yang telah kembali dari dunia kultivasi
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • Sheilla's Fixed the Problem

"Aku capek," ucap Gladys lirih, menatap kosong ke langit malam yang mulai menangis pelan. Hujan turun seperti memahami isi kepalanya yang kusut. Langkah kakinya lesu, menelusuri jalan setapak menuju arah yang bahkan ia sendiri tak yakin kemana. Ia hanya ingin pergi-dari semua tuntutan, dari kegagalan, dari suara-suara yang terus memaksanya kuat. Perlahan, ia melangkah pelan namun pasti, berniat untuk pulang. Entah ke mana arti 'pulang' itu sebenarnya. Brukk! Tubuhnya terhuyung, dunia mendadak gelap. "Hah? Bayi?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines