AZKAYDEN by diarylanaa_ || ON GOING

AZKAYDEN by diarylanaa_ || ON GOING

  • WpView
    Reads 1,540
  • WpVote
    Votes 215
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureComplete Sun, May 4, 2025
"Cinta bukan hanya perihal pertemuan dua insan, tapi tentang perjumpaan jiwa yang telah lama tertulis di Lauhul Mahfudz, antara dua jiwa saling mencari." -Azkayden Ketika benang takdir kembali merajut dua hati yang lama terpisah pun dipertemukan dalam jalan yang tak terduga. Kayden Arkana Zayyan El Fayyad seorang da'i muda sekaligus pewaris bisnis busana muslim ternama, menyembunyikan sisi gelap di balik sosoknya yang sholeh dan karismatik. Diam-diam, ia memimpin "Black Veil Riders", geng motor yang menjadi pelarian dari luka masa lalunya terutama misteri kelam kematian sang kakek. Azalea Zeyna Sheva Mahardika seorang anak yang cerdas, bandel, ceria namun tengah berjuang menemukan arah hijrahnya. Namun di balik senyumnya, tersimpan luka batin dan pergulatan mental yang tak semua orang tahu. Ia pun tak sadar bahwa adik tercintanya terlibat dalam dunia kelam yang bersinggungan dengan masa lalu, Kayden. Pertemuan mereka bukan sekadar kebetulan. Benang merah masa lalu, cinta yang terlupa, kehadiran orang yang pernah dicintai, dan rahasia keluarga yang kelam. Mampukah mereka berdiri di atas luka dan keraguan masa lalu? Ataukah benang takdir akan tercerai sebelum sempat disimpul menjadi satu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • Cahaya Takdir
  • Screat Captain-completed
  • Takdir yang memisahkan
  • Imam Dalam Tahajud (Completed)
  • Arzean
  • Takdir untuk Zura[on going]
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • VinRi

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines