We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Echoes of Tomorrow

Echoes of Tomorrow

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 3, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Dunia telah runtuh. Virus mematikan mengubah manusia menjadi monster, dan kota-kota tinggal puing. Lyra, gadis muda yang kehilangan keluarganya, hanya memiliki satu tujuan: melindungi ketiga adiknya dalam dunia yang terus menuntut nyawa. Dalam pelariannya, ia diselamatkan oleh seorang profesor misterius yang membawanya ke markas perlindungan terakhir umat manusia. Namun, tempat aman hanyalah ilusi. Monster berevolusi, manusia saling mengkhianati, dan kelompok fanatik bernama The Herald muncul untuk menguasai sisa peradaban. Ketika Lyra menyadari bahwa ia memiliki kemampuan langka untuk melihat masa depan, ia tahu dirinya bukan lagi sekadar pelindung keluarga-ia adalah kunci untuk melawan kehancuran itu sendiri. Namun, penglihatan masa depan tidak datang tanpa harga. Setiap pilihan membawa konsekuensi, setiap langkah bisa membunuh orang yang ia sayangi. Darah. Perlawanan. Rahasia. Dalam dunia di mana tak ada lagi yang bisa dipercaya, apakah Lyra sanggup menyelamatkan dunia... atau akan menjadi bagian dari kehancurannya?
All Rights Reserved
#58
monsters
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Limited Time Antagonist [END]
  • KACA DIMENSI
  • Hell's Return [Hiatus]
  • Villain Rimuru Tempest
  • Rasa di Dunia yang Terlupakan
  • Shadows of the Main Story
  • Antagonist Wife

Seharusnya Adara tahu kalau semesta tak akan sudi membiarkan bahagia singgah bahkan jika kebahagiaan terakhirnya adalah mati di bawah derasnya air hujan. Ia malah diberikan kesempatan untuk hidup kembali sebagai seorang gadis bangsawan yang akan dipenggal kepalanya esok hari. Sungguh lelucon konyol yang sangat ia benci. Adara sudah terbiasa dibenci. Sudah kesehariannya dimaki-maki. Ia sudah terlanjur mati rasa. Tapi, jika dipermainkan seperti ini untuk kesekian kali, memang manusia mana yang akan tahan?! Lepaskan kemanusiaan dan akal sehat yang tersisa. Ini saatnya kita hancurkan para manusia kurang ajar dan takdir memuakkan yang tertoreh untuknya. Sudikah kamu mengikuti kisahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines