KISAH DI KAMIYAMA

KISAH DI KAMIYAMA

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 23, 2025
Menjejaki ke alam sekolah tinggi dengan penuh harapan, itu sekurang-kurangnya apa yang Kiro fikirkan bila dia melangkah masuk ke Sekolah Tinggi Kamiyama. Dia berazam untuk jadikan era sekolah tingginya itu penuh gemilang dan warna warni, tapi pada masa yang sama tidak terlalu menonjol. Matlamat yang pelik, tapi berbaloi dan perlu dilakukan, menurutnya. Namun, rasa keterujaan yang mula menebal di awal persekolahan perlahan-lahan menghilang. Segala usaha untuk menggapai yang dia inginkan itu tidak menjadi. Ditambah dengan rasa ragu-ragu dan pemalas, Kiro kini tidak ubah hanyalah NPC dalam kehidupannya sendiri . "Apalah aku harap, ini bukannya manga atau anime, ini dunia sebenar" getus Kiro dalam hatinya apabila menyedari kehidupa sekolah hanyalah tidak ubah hanyalah akademik dan kokurikulum semata-mata. Seperti NPC dalam permainan video, dia hanya mengikuti arus kehidupan seperti skrip. Sehinggalah... Satu demi satu kejadian yang diluar dugaan berlaku sekeliling Kiro. Terlalu kerap sehingga Kiro menjadi lali dengannya. Kini dia menyesal mempunyai hajat sedemikian dari mula itu. Dia sekarang inginkan kehidupan "normal" sebelum ini "Bila aku kata nak gilang gemilang, warna warni, bukan dengan cara begini tau...." keluh Kiro yang penuh kesal
All Rights Reserved
#723
school
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melompat Lebih Tinggi
  • (Penulis x Hyouka) Paranormal Sekolah Tinggi Kamiyama
  • The Haunted School S1
  • Dalam Diam, Aku Perhati
  • [DR7] Gadis Dakwah vs Budak Nakal
  • Muda Muda Dah Nak Kahwin?
  • CRAYON : 2RASCAL (SEASON 1)™
  • CRAYON™ (C)
  • • k𝒾kilala •

Melompat Lebih Tinggi adalah rangkaian cerita tentang seorang anak lelaki korban penggusuran bernama Afan. Akhirnya, ia harus pindah dari sekolahnya yang nyaman di Jakarta ke sebuah desa di Boyolali, Jawa Tengah. Bersama Ibunya yang berjualan gorengan dan merangkap sebagai pembantu serta Bapaknya yang menjadi pengrajin logam, mereka tinggal di bekas kandang kambing milik sang kakek. Di sekolah barunya, Afan menjadi korban bullying. Bahkan, seorang temannya pun mengancam untuk membunuhnya. Lulus dari SD, Afan bertekad untuk mengubah masa depannya. Ia ingin terus melanjutkan sekolah, hingga ke luar negeri. Berkat sifat keras kepalanya serta sederet keajaiban dari semesta yang tak terduga, akhirnya Afan bisa mengenyam bangku pendidikan. Tak hanya itu, ia juga diangkat sebagai pustakawan sekolah, serta menjadi siswa paling berprestasi. Afan pun ingin terus mempertaruhkan nasib, menantang ketidakmungkinan, serta bertanding pada laga perwujudan mimpi-mimpinya. Meskipun nilai ujiannya tepat pada ambang batas kelulusan, Afan berjuang untuk menggapai titik zenitnya, hingga diterima di ITB. Beragam jatuh bangun cerita kehidupan mahasiswa perantau dan penerima beasiswa ia lakoni. Potret persahabatan dan nilai filosofis yang diperjuangkan pun mengantarkannya untuk mencalonkan diri sebagai presiden mahasiswa. Lulus dari kampus, Afan tetap fokus melanjutkan impian masa kecilnya untuk melanjutkan studi ke Britania Raya. Singkat cerita, ia pun berhasil meraihnya. "Di tengah jalan yang sepi membentang, di bawah langit yang dihiasi gemintang, sembari ditemani rerumputan yang bergoyang, aku berikrar bahwa aku tak mau berhenti belajar!" "Mimpi itu ada untuk diperjuangkan. Kalau perlu, sampai Tuhan sendiri yang memberhentikan perjuangan kita!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines