We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RIMBUN KENANGAN DIBAWAH LANGIT SENJA

RIMBUN KENANGAN DIBAWAH LANGIT SENJA

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Fri, May 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah ini lahir dari serpihan kenangan yang tak pernah benar-benar pergi. Setiap manusia menyimpan luka dan harapan dalam diam, dan seringkali, dalam perjalanan hidup yang rumit, kita lupa bahwa keberanian bukan berarti tak pernah jatuh-melainkan tetap memilih melangkah meski kaki gemetar. "Rimbun Kenangan di Bawah Langit Senja" adalah kisah tentang pulang, bukan hanya ke tempat, tetapi juga kepada diri sendiri. Saya berharap cerita ini bisa menjadi pelipur bagi siapa pun yang sedang berusaha menerima masa lalu, menata hari ini, dan memandang masa depan dengan lebih jernih. Terima kasih telah menyempatkan membaca. Semoga setiap halaman bisa menjadi teman dalam sepi, dan cahaya dalam rimbun perjalanan. - jhonpauldn
All Rights Reserved
#122
pulang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remembrance
  • Perihal Sandwich(End)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Homebound | 00L Nct Dream
  • Keluarga Gasendra || S2
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Behind the Silence
  • Paket dari Tuhan
  • Langit Senja (End)
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja

"Jangan pernah menyakiti hati penulis atau kamu akan abadi dalam karyanya." Aku menyukai kalimat itu yang entah pernah lihat atau baca di mana. Tapi, tak pernah kupikir sebelumnya bahwa hal tersebut akan menimpaku. Aku tahu, aku bukan penulis. Aku hanya memiliki hobi menulis, dan memang sudah pernah menerbitkan salah satu karya. Namun, tak pernah kubayangkan akan membuat suatu kisah dari seseorang yang kini ku namai sebagai kenangan. Aku hanya ingin ia abadi dalam karyaku, walau tak bisa kumiliki di kehidupan nyata. Ingatanku tentangnya tak pernah hilang. Mungkin akan membekas seumur hidup. Namun, dia hanya kenangan, sedangkan, aku punya perjalanan yang layak ku abadikan juga. "Ada hal yang ingin ku ulang kembali, aku tidak ingin mengenalmu." _________ "Saat aku membaca bahwa jangan pernah menyakiti hati penulis, atau kamu akan abadi dalam karyanya. Dan, ketika memutuskan untuk menuliskan kisah tentangnya, aku memang membencinya, tapi aku ingin mengenangnya." ---------- Cover by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines