Lintang Laksana (SEGERA TERBIT)

Lintang Laksana (SEGERA TERBIT)

  • WpView
    Reads 2,541
  • WpVote
    Votes 716
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 3, 2025
Kata orang, kembar itu sama, tak ada yang berbeda. Baik itu bentuk wajah, sifat, semuanya identik. Namun, itu tak berlaku untuk Lintang dan Laksana. Mereka bagaikan laut dan langit-dua alam yang tampak berdekatan, namun tak pernah benar-benar bersatu. Lintang adalah langit penuh badai, dan petir. anak nakal yang tak segan mengangkat tangan demi harga diri. Ia dingin, sulit dijangkau. Sementara Laksana adalah laut yang damai, penuh ketenangan. Ia tak pernah membenci meski berkali-kali dilukai, bahkan oleh saudaranya sendiri. Laut itu tenang, tapi dibawah nya menyimpan pusaran yang bisa menelan siapapun. Dilangit tak selalu ada petir dan badai, bahkan dibalik kelamnya langit, akan ada matahari yang membuatnya indah. Mereka jatuh pada sosok yang sama-Zahara. Gadis yang menganggap Laksana sebagai satu-satunya cahaya, tanpa tahu bahwa bunga yang ia terima diam-diam, selalu datang dari Lintang. Ini adalah kisah tentang cinta yang tak diucapkan, tentang luka yang tak disembuhkan, dan tentang dua hati yang mencintai dari tempat yang berbeda. "Laut mencintai langit, bahkan saat langit tak pernah menoleh ke bawah."
All Rights Reserved
#20
festivalmenulisnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Not Me & Not Mine
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • Sky.
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • AKSARA BIANGLALA (On Going)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Fajar & Senja
  • Kaleidoskop Rasa
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • LINTANG & LANGIT

Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief

More details
WpActionLinkContent Guidelines