Ada keluarga yang terlihat sempurna dari luar - besar, berpengaruh, dan tanpa cela. Tapi di dalamnya, ada keheningan yang terlalu lama dibiarkan hidup.
Mereka bertiga tumbuh di bawah atap yang sama, seorang kakak perempuan yang selalu terlihat kuat dan terkendali. Seorang kakak laki-laki yang dingin, tegas, dan tidak pernah kalah. Dan seorang anak bungsu - yang paling hangat, paling tulus... dan paling sendirian.
Sejak kecil, mereka tertawa bersama, bermain di halaman yang sama, berjanji akan selalu seperti itu. Tapi waktu tidak pernah benar-benar menepati janji.
Saat mereka tumbuh, jarak mulai tercipta. Bukan karena mereka pergi
tapi karena mereka berubah.
Dan di antara semua perubahan itu,
muncul satu perasaan yang seharusnya tidak ada. Perasaan yang tumbuh diam-diam, tanpa izin, tanpa arah.
Ia tahu itu salah.
Ia tahu itu tidak boleh.
Tapi ia tetap merasakannya.
Dan yang lebih menyakitkan - ia tidak sendirian.
Di balik tatapan yang terlalu lama,
di balik perhatian kecil yang terasa berbeda,
dan di balik jarak yang sengaja dibuat - ada sesuatu yang tidak pernah diucapkan.
Sampai akhirnya, semuanya pecah dalam satu malam. Sebuah pengakuan, sebuah penolakan.
Dan sebuah pilihan - yang akan mengubah segalanya.
Karena tidak semua cinta bisa diperjuangkan, tidak semua perasaan boleh dimiliki, dan tidak semua "maaf" datang tepat waktu.
Ini adalah cerita tentang waktu yang salah, tentang perasaan yang terlambat, dan tentang seseorang yang baru berani berkata - "Aku juga mencintaimu."
saat semuanya sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
All Rights Reserved