Saudara Seatap

Saudara Seatap

  • WpView
    Reads 15,772
  • WpVote
    Votes 1,378
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2026
Katanya, pengalaman adalah guru terbaik. Sebagai mahasiswa Sastra Indonesia, Nanzia sering mengambil inspirasi dari kehidupan untuk dituliskan dalam cerita. Namun, kali ini berbeda. Nanzia akan menjalani KKN, bukan hanya untuk memenuhi SKS, tetapi juga mencari inspirasi untuk cerita barunya. Dengan catatan kecil di tangan dan kepala yang penuh imajinasi, Nanzia membayangkan perjalanan satu bulan KKN yang penuh kejutan, kedekatan, candaan larut malam, rapat dadakan, drama kelompok, dan satu sosok laki-laki yang mungkin menarik untuk ia jadikan inspirasi tokoh utama dalam novelnya. Perjalanan baru akan dimulai dan ia belum tahu akhir ceritanya. Namun, yang pasti, kisah KKN di Desa Karoboyo akan jauh lebih seru dari yang ia bayangkan. Bersama sembilan mahasiswa Universitas Janardhana, Nanzia menyebutnya "Saudara Seatap", dan ia siap untuk berpetualang. *** "Hati-hati, Nanzia!" Sebelum Nanzia sempat bereaksi, kakinya sudah terpeleset di jalanan tanah basah. Nanzia menutup mata, siap menerima nasib. Namun, bukannya mendarat di tanah, dirinya merasakan tubuhnya tertahan oleh sepasang tangan yang dengan sigap menangkap. "Jangan bilang ini bakal masuk novel lo nanti," suara bariton itu terdengar datar, tetapi ada nada menggoda di dalamnya. Nanzia membuka matanya dan seketika kedua netranya bersipandang dengan mata hitam legamnya. 2025
All Rights Reserved
#2
perjalanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 30 day's
  • Aribell
  • Cinta Sang Senopati  (END)
  • 74/366
  • ANNO: TWINS BUT DIFFERENT
  • Diary Nur
  • SKRIPSUIT  ✔
  • ADORKABLE
  • PERFREAKTION
  • 41 HARI
30 day's

Sembilan mahasiswa dari berbagai jurusan ditugaskan untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terpencil yang jarang tersentuh teknologi dan pembangunan. Awalnya, semuanya berjalan biasa-kegiatan sosial, interaksi dengan warga, dan adaptasi dengan lingkungan baru. Namun, sejak hari ketiga, kejadian-kejadian aneh mulai terjadi: suara langkah di malam hari, sosok asing berpakaian serdadu, dan bisikan dalam bahasa Belanda. Mereka segera menyadari bahwa desa itu menyimpan rahasia kelam dari masa penjajahan. Sebuah bangunan tua bekas pos penjagaan Belanda ternyata menjadi tempat bersemayam arwah-arwah tentara kolonial yang tak tenang. Arwah pemimpinnya, Letnan Van der Wijk, menganggap kehadiran para mahasiswa sebagai pelanggaran wilayah. Satu per satu dari mereka mulai mengalami gangguan: kerasukan, hilang secara misterius, bahkan mencoba melarikan diri namun kembali lagi ke tempat yang sama. Mereka menemukan fakta mengerikan: tidak ada yang bisa pergi dari desa itu sebelum 30 hari berlalu... kecuali mereka bisa mengakhiri kutukan yang mengikat arwah-arwah Belanda itu. Waktu terus berjalan, dan teror semakin nyata. Apakah kesembilan mahasiswa ini akan selamat hingga hari ke-30, atau justru menjadi bagian dari kutukan itu selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines