Crimson Authority

Crimson Authority

  • WpView
    Reads 689
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 12, 2025
St. Aurelia Academy menyimpan banyak rahasia. Tapi tidak ada yang lebih berbahaya dari Reina Velasco-gadis dengan senyum dingin dan kekuasaan mutlak. Aziel Raphael Laurent tidak sengaja menyentuh dunianya. Satu kesalahan kecil... dan dia tak bisa lepas lagi. "Kau milikku." Itu bukan rayuan. Bukan pula pilihan. Itu takdir yang dipaksakan. Semakin Aziel mencoba menjauh, semakin kuat rantai yang menahannya. Reina tidak pernah membiarkan apa pun yang miliknya pergi. Dan Aziel? Dia tak sadar sejak kapan dirinya mulai menyerah. > Bisa baca, masa gak bisa vote dan komen? Follow biar gak ketinggalan update. Suka ceritanya? Masukin ke perpus, jangan cuma lewat doang. Start :07/04/2025 Finish :
All Rights Reserved
#186
possessive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Retaliation (Hiatus) || Jgn Dibaca & Vote Dulu!
  • Goodbye November
  • MIXTURE! (About Secrets)
  • LABIRIN KOSMOS
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • INTERIM: Let Me See Your Smile
  • When Love Became a Memory

*ini hiatus, jgn dibaca dulu* βΈ”β€’Follow dulu sebelum baca ya?β€’βΈ• [Jangan plagiat karya gua!πŸ™πŸ˜ŠINGAT!! Allah maha melihat! ] Gadis katana dengan sejuta kekuatan Pewaris Miyazono Yang Mulia Dan, liontin Miyazono yang berharga 3 kesempurnaan yang melekat pada diri Aisling tadi, ternyata memiliki sisi gelap. Sejak dini, Ia sudah diincar oleh Ratu penguasa badai alias Rainstorm. Justru ia harus berusaha menghabisinya dimana pun ia berada. Rasa ingin membalas dendam orang tuanya untuk Rainstorm begitu pantang untuk menyerah. Aisling ternyata tidak sendirian. Ia ditemani oleh dua orang laki-laki sebayanya yang ternyata sama-sama memiliki balas dendam dari kedua orang tua mereka, untuk Rainstorm. Tapi, baru saja mereka akan memulai petualangan, terpaksa berhenti di tengah jalan. Sebelum terlambat, Aisling berniat menjauhi dua orang lelaki yang selalu menemaninya, agar kalimat yang selalu menghantui dirinya itu tak akan terjadi. Takut, cinta itu akan hadir pada Aisling di dalam ulu hatinya. "π™Ήπš’πš”πšŠ πš”πšŠπš–πšž πš–πšŽπš—πšŒπš’πš—πšπšŠπš’ πšœπšŽπšœπšŽπš˜πš›πšŠπš—πš, πš”πšŠπš–πšž πšŠπš”πšŠπš— πš–πšŽπš›πšŠπšœπšŠ πšœπšŽπš—πšπš’πš›πš’. " Kalimat itu, apakah Aisling mampu menjalaninya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines